Belajar dari Bangkok atasi kemacetan, JK sebut bangun infrastruktur jangan bertahap
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Asian Develoment Bank Global Infrastructure Forum. Dalam pembukaannya JK menjelaskan ada beberapa cara untuk mengatasi kemacetan, salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur dan lebih banyak membuat transportasi umum.
"Bagaimana menyelesaikan hal tersebut, satu-satunya membuat publik transport," kata JK di hadapan peserta Asian Develoment Bank Global Infrastructure forum di The Laguna Hotel, Bali, Sabtu (13/10).
JK mengatakan, walau membutuhkan biaya yang besar, hal tersebut memperbaiki ongkos kemacetan yang ada di Jakarta.
"Tentu secara tidak langsung tidak kelihatan kerugiannya. Tapi kalau dihitung ongkos untuk kemacetan, ongkos pembelian bahan bakar, maka itu jauh lebih tinggi dibandingkan ongkos memperbaiki kemacetan tersebut," papar JK.
Kemudian, JK juga belajar dari Thailand untuk meminimalisir kemacetan, yaitu dengan cara tidak membangun infrastruktur secara bertahap. Karena menurut Perdana Menteri Bangkok, kata JK, dengan melakukan hal tersebut dapat membuat banyak kerugian.
"Karena itulah maka, butuh pertimbangan juga dari kita semua bahwa membangun infrastruktur itu tidak sepihak-sepihak. Harus secara bersama-sama untuk sekali sehingga mempercepat penyelesaian. Juga mengubah kebiasaan," papar JK.
Kemudian JK juga yakin dengan membangun infrastruktur sekaligus tanpa bertahap keuangan negara akan diusahakan.
"Karena kalau tahap demi tahap itu akan lama ruginya, lama subsidinya juga dan orang meyakinkan orang untuk memakai transport umum juga tidak mudah kalau hanya setengah-setengah," ungkap JK.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya