Belajar Arti Pengorbanan dari Bocah SD Penjual Cilok Keliling di Bintaro

Kamis, 14 Februari 2019 05:05 Reporter : Kirom
Belajar Arti Pengorbanan dari Bocah SD Penjual Cilok Keliling di Bintaro Bocah penjual cilok di Bintaro. ©2019 Merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Muhamad Saputra (12), pelajar kelas 3 SDN 01 Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, harus rela pulang larut malam bahkan dini hari demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Semenjak ditinggal pergi kedua orangtuanya 10 bulan lalu, Putra sapaan akrabnya, berjuang mencukupi kebutuhan sandang dan pangan keluarganya.

Saat ditemui di SDN 01 Jurang Mangu Timur, Putra tak masalah mengorbankan masa kecilnya demi mencukupi kebutuhan hidup adik-adiknya yang masih kecil.

"Adik saya ada dua, kasihan masih kecil-kecil. saya berjualan untuk beli susu adik, kasihan dari kecil sudah enggak sama Ibu," ucap dia.

Putra tak malu harus berjualan di sekolahnya saat jam istirahat. Dia menjajakan dagangannya di depan ruang kelas. Teman-teman sekolahnya berebut membeli cilok goreng yang dijual seharga Rp 2.000 pertusuk. Satu tusuk berisi tiga pentol cilok goreng.

Selepas pulang sekolah, Putra kembali berjualan. Dengan mengayuh sepeda BMX modifikasi, yang memuat keranjang berisi ratusan tusuk cilok goreng. Dia berkeliling Bintaro dan sekitarnya, hingga malam menjelang.

Anak kedua dari empat bersaudara ini, memang telah lama berjuang mencari uang sendiri. Sebelum Ibunya meninggal, dia pernah berjualan snack kriuk dan mengamen di jalan. Siti Juleha (17), kakak pertamanya menceritakan, adiknya sangat mandiri. Sedari kecil sudah terbiasa memenuhi kebutuhan uang sakunya sendiri.

"Mandiri kalau untuk uang, tapi kalau yang lainnya engga juga, seperti pakaian, sepatu tetap harus dicarikan. Belum bisa merapikan sendiri, ya namanya juga anak cowok," kata Kakak tertua Saputra.

Ketika kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, Juleha hanya bertugas mengurusi adik bungsunya yang baru berusia 10 bulan.

"Saya kan urus adik paling kecil yang masih balita, saya ada suami sopir angkot. Jadi memang Saputra ini banyak membantu mencukupi ekonomi keluarga," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini