Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri Gandeng Badan Antipenculikan Filipina

Rabu, 4 Desember 2019 21:13 Reporter : Merdeka
Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri Gandeng Badan Antipenculikan Filipina Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mabes Polri bekerjasama dengan sebuah lembaga anti penculikan di Filipina demi membebaskan tiga WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Untuk bisa mempertegas dan memberikan spirit kepada pemerintahan Filipina untuk bisa membantu negara kita dalam menyelamatkan tiga sandera," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Menurut Asep, pemerintah Filipina telah menunjukkan keseriusannya menangani kasus penyanderaan tiga WNI oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Kita melihat keseriusan yang tinggi dari pemerintah Filipina karena mereka menggelar operasi militer, tentu mereka punya target sendiri. Kita tunggu saja hasilnya dan doakan agar WNI bisa diselamatkan," jelas Asep.

1 dari 1 halaman

Dua bulan lalu, kelompok bersenjata diduga terafiliasi Abu Sayyaf menculik tiga nelayan Indonesia dari Lahad Datu, Sabah. Penculik juga menuntut uang tebusan senilai 30 juta peso Filipina, atau sekitar Rp 8,2 miliar untuk pembebasan mereka.

Permintaan mengenai tebusan tersebut diumumkan oleh salah satu korban WNI melalui rekaman video yang beredar di Facebook pada Sabtu 16 November 2019 lalu.

Ketiganya diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani, 48, putranya Muhammad Farhan, 27, dan anggota kru Samiun Maneu, 27. Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan.

Setelah pihak Kemlu membenarkan adanya WNI disandera Abu Sayyaf, pemerintah Filipina pun diharapkan dapat membantu proses pembebasan para korban.

"Tentunya karena lokasi penyanderaan ada di wilayah yurisdiksi Filipina, tentunya yang bisa kita harapkan, melalui pembahasan bersama dengan Bapak Presiden serta Ibu Menlu, adalah kita mendorong agar otoritas Filipina dapat membantu pembebasan tiga warga kita secepatnya dengan aman," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha di Jakarta, Kamis 28 November 2019.

Lebih lanjut, Judha menambahkan bahwa pihak RI tidak membahas untuk memenuhi permintaan uang tebusan yang dituntut oleh para penyandera.

Reporter: Nanda Pernada Putra

Sumber: Liputan6.com [bal]

Baca juga:
Kisah Pilu Tiga WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf
Polri Koordinasi dengan Filipina Demi Bebaskan 3 WNI Jadi Sandera Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf
Kaki Dirantai & Diancam Dipenggal, Cerita Pengalaman Tawanan yang Diculik Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Presiden Filipina Upayakan Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf
Baku Tembak 10 Menit, Tentara Filipina Bebaskan Dua Tawanan Abu Sayyaf di Sulu

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini