Bank Sumsel Babel digeledah polisi terkait kredit fiktif PT CT

"Benar. Polisi menyita dokumen debitur kami atas nama PT CT. Sekarang masih berlangsung," ujar Dirut BSB, Adil.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Bank Sumsel Babel digeledah polisi terkait kredit fiktif PT CT
Bank Sumsel Babel digeledah polisi. ©2014 Merdeka.com

Petugas Polda Sumsel menggeledah Bank Sumsel Babel (BSB) Palembang terkait kasus kredit fiktif yang mencapai Rp 480 miliar. Penggeledahan ini sudah dimulai sejak pukul 11.00 WIB tadi dan hingga berita ini diturunkan atau pukul 19.00 WIB, masih berlangsung.Pantauan merdeka.com di lokasi, Kamis (25/9), penggeledahan dipimpin oleh Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Herwansyah Saidi. Terlihat petugas membawa sejumlah dokumen dari tempat penggeledahan tersebut.Informasi yang dihimpun, petugas Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumsel menyita dokumen tabungan atas nama PT CT, sebuah perusahaan perkebunan milik mantan calon wakil wali kota Palembang Mularis Djahri. Dokumen peminjaman uang yang diduga fiktif itu disahkan oleh karyawan BSB. Akibatnya, kucuran dana pinjaman tetap bisa dilakukan hingga Rp 480 miliar.Modus yang dilakukan adalah dengan cara pemberian fasilitas kepada PT CT dengan melakukan pencatatan palsu dalam pembukuan. Ditengarai, dengan bantuan karyawan BSB, perusahaan tersebut bisa mendapatkan pinjaman.Menanggapi penggeledahan ini, Direktur Utama BSB Palembang Muhammad Adil membenarkan penggeledahan terkait dugaan dokumen pinjaman fiktif. Namun, Adil tidak menyebut nominal berapa banyak uang yang sudah dicairkan. "Benar. Polisi menyita dokumen debitur kami atas nama PT CT. Sekarang masih berlangsung," ungkap Adil.Selain menyita dokumen, lanjut Adil, polisi juga akan memvalidasi dokumen asli yang dipegang BSB. Sebab, data yang dimiliki polisi diduga berbeda dengan data yang ada di BSB. Ketika disinggung keterlibatan karyawannya, Adil mengaku masih belum mengetahuinya. "Soal itu saya belum tahu. Setahu saya hanya penyitaan saja," ujarnya.Dia menambahkan, PT CT merupakan salah satu debitur tetap di BSB sejak periode 2006. Perusahaan itu lancar membayar kredit pinjaman tanpa pernah menunggak. "Untuk kronologis kredit fiktif ini saya belum bisa komentar," pungkasnya.

Rekomendasi