Banjir di Bekasi Sampai Atap Rumah, Warga Butuh Perahu Karet
Merdeka.com - Banjir kiriman dari Bogor kembali datang di Bekasi, Jawa Barat. Ribuan rumah penduduk di wilayah Jatiasih mulai kebanjiran, bahkan ketinggian sudah sampai atap rumah. Warga menyebut butuh banyak perahu karet untuk evakuasi.
"Vila Nusa Indah Blok E belakang Istana, ketinggian air 250 cm," kata warga di sana, Busut, Rabu (1/1).
Banjir ini telah diperingatkan oleh Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), komunitas yang konsen mengamati tinggi muka air Sungai Cikeas dan Cileungsi yang bertemu Sungai Bekasi wilayah Jatiasih. Sebab, dua jam sebelum tiba, komunitas ini menyebut kalau status Sungai Cilengsi yang merupakan hulu Sungai Bekasi dalam bahaya.
"Kondisi alat untuk memantau tinggi muka air di Cileungsi sudah sangat tinggi," kata Puarman, ketua komunitas itu dalam peringatannya.
Toha, warga lainnya mengatakan, di dalam masih banyak orang yang membutuhkan evakuasi menggunakan perahu karet. Ia menyebut, mereka adalah orang tua, ibu-ibu hingga balita.
"Banyak yang membutuhkan perahu karet," katanya.
Sebelumnya, permukiman penduduk setelah Bendung Bekasi lebih dulu terendam banjir hingga dua meter. Antara lain kawasan Jalan Kartini Bekasi Timur dan Teluk Pucung Bekasi Utara. Sampai berita dibuat, merdeka.com melihat banjir di Jalan Kartini semakin parah.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya