Banjir Bandang di NTT, PUPR akan Fokus Perbaiki 3 Jembatan Rusak

Rabu, 21 April 2021 20:39 Reporter : Ananias Petrus
Banjir Bandang di NTT, PUPR akan Fokus Perbaiki 3 Jembatan Rusak Jembatan rusak di NTT. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jhon Wempi Wetipo memastikan tiga jembatan besar yang rusak total akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera dibangun kembali. Tiga jembatan itu adalah Benanain di Malaka, Kambaniru di Sumba dan Mena di Timor Tengah Utara.

"Negara pasti hadir ketika rakyat mengalami musibah bencana alam," kata Jhon Wempi, Kupang, Rabu (21/4).

Menurut dia, kerusakan jalan raya, jembatan dan bendungan akibat terjangan banjir bandang akan ditangani oleh pemerintah pusat.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Malaka, Jhon Wempi meninjau kondisi jembatan Benenai yang miring diterjang banjir bandang, saluran utama Benenai, serta pembangunan jalur alternatif yang sedang dikerjakan Pemda Malaka untuk melancarkan transportasi warga.

Untuk perbaikan bendungan Benenai, Jhon Wempi menyebut tinggal dilakukan koordinasi atau komunikasi antara pemerintah daerah setempat dengan pemilik lahan.

"Untuk normalisasi bendungan Benenai, maka harus pinjam lahan milik lima keluarga, yang ada di sekitar kawasan bendungan. Tinggal bupati komunikasi dengan mereka bahwa ini soal penanganan darurat," ujar Jhon Wempi Wetipo.

Pinjam pakai lahan ini dilakukan sambil menunggu pekerjaan permanen yang membutuhkan waktu cukup lama, yakni diprediksi selama 18 bulan ke depan.

"Kita pinjam pakai sementara setelah selesai pembangunan permanen maka lahan dikembalikan. Khusus di NTT memang ada tiga jembatan besar yang rusak yakni Benanain di Malaka, Kambaniru di Sumba dan Mena di TTU," ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait perbaikan jembatan dan jalan ditargetkan dalam waktu enam hingga tujuh bulan ke depan sudah bisa digunakan kembali oleh warga.

"Kita belum ketahui seberapa besarnya anggaran karena kita tidak merencanakan, ini musibah alam. Kita fokus membangun sehingga rakyat bisa gunakan akses jalannya. Untuk bendungan warga bisa gunakan airnya seperti semula, demi selamatkan hasil pertanian," jelasnya.

Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek mengatakan, terkait pinjam pakai lahan pihaknya akan segera melakukan komunikasi bersama pemilik, agar lahannya dimanfaatkan demi keberlanjutan pembangunan.

"Terkait bencana banjir bandang Malaka ini sudah saya tetapkan sebagai darurat bencana. Akhirnya bantuan terus mengalir untuk para korban dari berbagai pihak," tutupnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini