Atasi Banjir, Pemkot Malang Gencar Normalisasi Saluran Air di Sejumlah Titik

Kamis, 11 Agustus 2022 17:16 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Atasi Banjir, Pemkot Malang Gencar Normalisasi Saluran Air di Sejumlah Titik Pemkot Malang Gencar Normalisasi Saluran Air di Sejumlah Titik. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Malang terus berupaya melakukan normalisasi saluran melalui pengerukan sedimen dan sampah di saluran. Dalam arahannya Wali Kota Sutiaji kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, normalisasi akan menyasar saluran di koridor Jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sekitar kawasan hunian Puri Cempaka Putih, Kecamatan Kedungkandang.

Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menuturkan, bahwa ini menjadi lokasi pengerukan ke delapan yang telah dilakukan sejauh ini setelah pekan lalu di Kecamatan Sukun.

"Di lokasi ini kami kombinasikan antara alat berat dengan manual. Karena lokasi tidak semua bisa dijangkau alat berat," terang Diah.

Pada titik kali ini volume sampah yang ditemukan menyumbat aliran air cukup banyak dan tim berhasil mengangkat dalam jumlah signifikan di hari pertama pengerjaan. Diah memperkirakan butuh waktu lebih dari tiga hari untuk menuntaskan pekerjaan di lokasi yang belum tersentuh penanganan intens selama beberapa tahun itu.

Seluruh rangkaian pengerukan yang dilakukan di berbagai tempat, menurutnya, bagian dari arahan Wali Kota Malang, Sutiaji untuk meningkatkan kesiapan menghadapi musim hujan mendatang.

Diah juga mengimbau masyarakat saling mengingatkan agar tidak membuang sampah dan material yang bisa mengganggu saluran. Terlebih perubahan iklim yang di antaranya membawa konsekuensi kenaikan intensitas hujan dan cuaca ekstrem turut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.

pemkot malang gencar normalisasi saluran air di sejumlah titik
Pemkot Malang Gencar Normalisasi Saluran Air di Sejumlah Titik©2022 Merdeka.com

"Harapannya tentu ini langkah nyata, kami mulai agar risiko banjir dan genangan bisa ditekan. Masih banyak lokasi lain, insyaallah kita tangani satu persatu, masyarakat monggo juga bantu buang sampah tidak di saluran," pungkas Diah.

Normalisasi Saluran di Area Candi Bajang Ratu

Dalam rangka mitigasi risiko banjir, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) juga melakukan normalisasi saluran air di sekitar Jalan Candi Bajang Ratu, Kelurahan Purwantoro, Kamis (7/7). Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bahkan turun langsung dalam proses pengerukan kali di wilayah tersebut.

Pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut menjelaskan bahwa kegiatan pengerukan saluran air ini merupakan bagian dari langkah jangka pendek yang dilakukan Pemkot Malang dalam mencegah terjadinya risiko banjir di kawasan-kawasan yang kerap dilanda banjir di musim hujan.

"Dalam kurun waktu tertentu kita harus memiliki konsep yang komprehensif, yaitu tidak hanya membersihkan saluran tapi juga membangun tempat-tempat penampungan seperti bozem. Pada saatnya kita mempunyai jaringan drainase yang terintegrasi dengan baik untuk langkah jangka panjangnya," ujarnya.

Bung Edi menambahkan, upaya pencegahan banjir ini membutuhkan pemahaman dari seluruh pihak yang ada di Kota Malang, dan harus dilakukan secara step by step demi mewujudkan Kota Malang yang bebas banjir.

"Merawat Kota Malang ini perlu dilakukan oleh semua masyarakat yang ada di Kota Malang. Maka dari itu, gerakan bersih-bersih perlu dilakukan dan tumbuh di lingkungan yang paling kecil di masing-masing wilayah. Jika tindakan seperti membuang sampah di sungai atau saluran air masih dilakukan oleh masyarakat, tentunya proses penyelesaian masalah banjir di Kota Malang menjadi semakin lama dan tidak pasti penyelesaiannya," ujarnya menambahkan.

pemkot malang gencar normalisasi saluran air di sejumlah titik
Pemkot Malang Gencar Normalisasi Saluran Air di Sejumlah Titik©2022 Merdeka.com

Sementara itu, Plt. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi menyampaikan, normalisasi saluran air ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah dalam rangka mitigasi risiko banjir dan genangan yang kerap terjadi saat musim hujan. Ditambahkan dia, pekerjaan yang sama masih akan dilakukan di banyak titik lokasi.

"Harapannya kami bisa melakukan proses pengerukan seperti ini setiap dua minggu sekali. Akan tetapi saat ini kami terkendala dengan ketersediaan alat berat yang bisa digunakan. Sehingga saat ini kami baru bisa melakukannya kurang lebih setiap satu bulan sekali," ujar Diah.

Diah menambahkan bahwa tentunya kegiatan pengerukan kali, baik yang dilakukan secara manual di sekitaran pemukiman maupun yang dilakukan dengan alat berat ini diharapkan bisa meminimalisir risiko banjir yang selama ini terjadi. Pemkot Malang juga melakukan upaya lain demi mencegah terjadinya banjir dan genangan ke depannya selain dengan rutin melakukan pengerukan kali, yaitu dengan menciptakan sodetan, membangun danau buatan (bozem), dan juga membangun master plan untuk saluran air di Kota Malang.

Sebelumnya Pemkot Malang juga melakukan pengangkatan belasan kubik sedimen dan sampah dari saluran di kawasan Bukirsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Rabu (21/4). Kegiatan ini menjadi bagian ikhtiar Pemerintah Kota Malang mengurangi resiko terjadinya banjir dan genangan dalam periode pancaroba di Malang Raya.

[hhw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini