Apresiasi Tim Piala Thomas, Puan Minta Pemerintah Selesaikan Urusan dengan WADA

Senin, 18 Oktober 2021 08:59 Reporter : Merdeka
Apresiasi Tim Piala Thomas, Puan Minta Pemerintah Selesaikan Urusan dengan WADA Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020. ©Antara/HO-PBSI

Merdeka.com - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi atas keberhasilan tim bulu tangkis putra Indonesia memboyong Piala Thomas 2020. Menurutnya, prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi momen kebangkitan bulu tangkis Indonesia.

"Beberapa waktu lalu, tim ganda putri bulu tangkis berhasil memperoleh emas Olimpiade pertama sepanjang sejarah Indonesia. Kini trofi Thomas Cup juga bisa kembali setelah 19 tahun lamanya. Tahun ini betul-betul momen kebangkitan bulu tangkis Indonesia," kata Puan, Senin (18/10).

Puan meminta agar bulu tangkis mendapat perhatian lebih dari pemerintah, baik dari sisi pembinaan dan anggaran. Sebab, bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat berpotensi menyumbangkan banyak prestasi untuk Indonesia.

"Pemerintah harus terus memberi perhatian terhadap pembinaan bulu tangkis agar tradisi emas bulu tangkis, khususnya Olimpiade dan Thomas Cup oleh Indonesia terus dipertahankan," sebut Puan.

Puan menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih dan ofisial bulu tangkis Indonesia yang sukses meraih Thomas Cup untuk ke-14 kalinya, sejak terakhir menjuarai ajang ini pada 2002.

Ia mengaku bersyukur walaupun Bendera Merah Putih tak bisa dikibarkan dalam upacara pemberian trofi di Piala Thomas akibat Indonesia dijatuhi sanksi oleh Badan Antidoping Dunia atau World Anti Doping Agency (WADA).

"Saat para atlet, pelatih, ofisial dan seluruh masyarakat Indonesia ikut bernyanyi lagu Indonesia Raya dengan khidmat sambil tangan kanan di dada, sesungguhnya Bendera Merah Putih telah 'berkibar' di dada kita semua," ujar Puan.

Politikus PDIP itu berharap agar pemerintah beserta instansi terkait segera menyelesaikan persoalan dengan WADA. Dia mengingatkan, Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga tingkat regional hingga dunia selama sanksi masih ada.

"Tentunya ini akan mempengaruhi nama baik Indonesia dalam bidang olahraga. Apalagi tim Indonesia tak boleh membawa nama dan mengibarkan bendera negara dalam kejuaraan regional, kontinental, dan dunia, kecuali Olimpiade," sebutnya.

Reporter: Delvira Hutabarat/Liputan6.com.

[yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini