Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa itu Virus Lato Lato yang Bikin Resah Pedagang Sapi?

Apa itu Virus Lato Lato yang Bikin Resah Pedagang Sapi? Penyakit LSD mengintai sapi dan kerbau. ©2022 Merdeka.com/Dok. Balai Besar Veteriner Wates

Merdeka.com - Wabah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau Lato Lato telah melanda sejumlah daerah. Virus ini menjangkit hewan ternak yaitu sapi dan kerbau. Meski termasuk dalam penyakit kulit menular, namun belum ditemukan penyebarannya pada kambing bahkan manusia.

Dikutip dari keterangan Kementerian Pertanian, LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV), yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.

Virus ini menyerang sapi dan kerbau. Belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba. Secara kasat mata, sapi yang terkena LSD ini mengalami benjol-benjol di sekujur tubuh.

Dalam segi penularan, LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus LSD juga diekskresikan melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu. Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine.

Secara tidak langsung, penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.

Penularan secara mekanis terjadi melalui vektor yaitu nyamuk (genus aedes dan culex), lalat (Stomoxys sp, Haematopota spp, Hematobia irritans), migas penggigit dan caplak (Riphicephalus appendiculatus dan Ambyomma heberaeum).

Di Kota Depok, Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) setempat menemukan puluhan sapi terkena virus Lato Lato.

"Ditemukan 21 Kasus LSD dari populasi ternak yang ada di peternakan di Depok, dan enam ekor sudah sembuh. Dari jumlah populasi 6.542 yang ada di peternakan pada bulan Mei ini," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan PKH, Dede Zuraida, Rabu (7/6).

Sapi tersebut kemudian diberikan suntikan dan berhasil disembuhkan. Ada juga yang melakukan penanganan secara mandiri. Vaksinasi LSD pada sapi sudah lama dilakukan, selain vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Vaksin ini harus diberikan kepada hewan yang akan dipotong untuk kurban.

"Pencegahan melalui vaksinasi LSD agar tidak terinfeksi penyakit. Kemudian, agar memenuhi syarat dan ketentuan lalu lintas hewan serta melaporkan kejadian penyakit maupun kasus kematian, tidak hanya untuk penyakit LSD saja," ujarnya.

Sementara itu masih ada penjual hewan kurban di Depok yang tidak tahu adanya virus Lato-Lato pada sapi. Boy Saenan, salah satu penjual hewan kurban di Tapos yang mengaku belum tahu soal virus yang menyerang sapi tersebut.

"Belum tahu soal sakit itu. Kalau bisa jangan sampai ada penyakit itu di sapi yang saya jual," katanya.

Dia pun berharap ada tindakan pencegahan yang dilakukan dinas terkait. Sehingga penyakit ini tidak menyebar luas dan bisa merugikan penjual kecil seperti dirinya.

"Kalau bisa dari dinas (turun tangan) biar ngga ada penyakit itu," pungkasnya.

Sedangkan di Kabupaten Garut, virus Lato Lato menyerang sekitar 30 hewan. Saat ini, Dinas Peternakan Garut tengah mengambil langkah penanganan yang serius.

Kepala Dinas Peternakan Garut Sofyan Yani menjelaskan bahwa penanganan penyakit LSD mengikuti protokol yang sama dengan PMK. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah menjaga biosekuriti, yaitu menjaga kesehatan dan kebersihan kandang ternak.

"Penting untuk memastikan kesehatan dan kebersihan kandang ternak agar penyakit ini tidak semakin menyebar," jelas Sofyan, Selasa (6/6).

Selain itu, pengobatan juga dilakukan jika ada ternak yang diduga terjangkit LSD, termasuk di dalamnya pemberian vitamin menjadi bagian dari upaya pengobatan. Dinas Peternakan Garut diakuinya sedang mengusulkan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dia menuturkan penyakit LSD ini tidak menular kepada manusia. "Namun bagian ternak yang terkena penyakit harus dibuang terlebih dahulu sebelum dikonsumsi," ucapnya.

Hingga saat ini, dampak dari wabah LSD menurutnya masih terkendali. Namun ia mengingatkan bahwa penanganan yang ketat terhadap biosekuriti sangat penting. Apabila terdapat kasus, disarankan untuk segera melaporkannya kepada dinas terkait agar dapat ditangani dengan cepat.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP