Alasan Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Gerobak Kemendag

Jumat, 17 Juni 2022 16:37 Reporter : Nur Habibie
Alasan Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Gerobak Kemendag Gedung Bareskrim Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Polri melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan gerobak dagang pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (DJPDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2018-2020.

Dir Tipidkor Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo mengatakan, pihaknya masih melengkapi alat bukti untuk menetapkan tersangka atas kasus yang sedang ditangani anggotanya.

"Teman-teman masih bekerja dan dalam rangka penguatan alat bukti. Jika alat bukti cukup dan kuat, kita akan tetapkan tersangka. Mohon dukungannya," kata Cahyono saat dihubungi, Jumat (17/6).

Jenderal bintang satu ini berjanji akan menyampaikan update atau perkembangan tersebut pada pekan depan. Namun, belum bisa dipastikan kapan tanggal serta harinya tersebut.

Karena, dirinya akan melakukan evaluasi penyidikannya terlebih dahulu terhadap kasus tersebut. Sehingga, ia belum bisa menentukan kapan bakal dilakukan konferensi pers lanjutan.

"Inshaallah minggu depan saya rilis ya sebagai update berita yang lalu," ujarnya.

"Senin baru akan saya evaluasi penyidikannya," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Polri mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan gerobak dagang pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (DJPDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2018-2020 di Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P3DN) pada DJPDN Kemendag.

Dirtipikor Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo menyampaikan, proyek pengadaan gerobak ini diperuntukkan untuk pedagang UMKM di seluruh Indonesia.

Namun pada praktiknya, terjadi penggelembungan dana atau mark up dan spek gerobak untuk pedagang berkurang, bahkan ada yang tidak menerima sama sekali.

"Di dua tahun anggaran, yaitu tahun 2018 dan 2019. Adapun yang menjadi dasarnya ini kita punya dua LP karena dua tahun anggaran. Di dalamnya itu ada tersangka berbeda tapi dari pihak penyelenggara negaranya ini satu, makanya kita terbitkan dua LP dulu," tutur Cahyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).

Cahyono menyebut, dua laporan polisi tersebut adalah LP/A/0224/V/2022/SPKT.DITTIPIDKOR/BARESKRIM tanggal 17 Mei 2022 dan LP/A/0225/V/2022/SPKT.DITTIPIDKOR/BARESKRIM tanggal 19 Mei 2022. Untuk Tahun Anggaran 2018 ada sebesar Rp49 miliar ditujukan untuk 7.200 unit gerobak dengan harga per satuannya sekitar Rp7 juta.

"Kemudian untuk Tahun Anggaran 2019, ini sebanyak 3.570 unit dengan harga satuan sekitar Rp8.613.000. Jadi totalnya ini sebanyak dua Tahun Anggaran sekitar Rp76 miliar," jelas dia.

Menurut Cahyono, kasus tersebut naik dari penyelidikan ke penyidikan pada 16 Mei 2022 dengan pemeriksaan saksi sebanyak 17 orang untuk TA 2018 dan 15 orang untuk TA 2019.

Sasaran penyidikan sendiri mencakup kantor Kemendag dan beberapa perusahaan pemenang tender yakni PT Piramida Dimendi Milenia, PT Dian Pratama Persada, dan PT Elite Permai Metal Works.

"Telah dilakukan juga penyitaan dokumen terkait untuk Pengadaan TA 2018 dan 2019, melakukan penyitaan gerobak dagang yang terdiri dari 52 unit gerobak bakso, 64 unit gerobak souvenir, melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan ahli, dan kerugian negara dalam proses PKN," Cahyono menandaskan.

Baca juga:
Video Polisi Gembleng Para Juniornya Tiarap di Kubangan Air, ada yang Perempuan
Polisi Tampan Ini Ungkap Pernyataan Soal Menikah, 'Bukan hanya Bawa Anak Orang'
Pengguna Chrome Harap Waspada Serangan ChromeLoader, Pembajak Malware Ponsel
Hari Pertama Jadi Menteri, Hadi Tjahjanto Bertemu Kapolri
Jenderal Andika Gembleng Prajurit TNI Ikut Operasi Teroris sama Polisi di Poso

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini