Alasan Menkes Terawan Sulit Direshuffle Jokowi

Minggu, 27 September 2020 14:00 Reporter : Bachtiarudin Alam
Alasan Menkes Terawan Sulit Direshuffle Jokowi Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berbicara dalam acara Doa Perawat untuk Negeri seca. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak Maret Indonesia dilanda pandemi Covid-19 dan selama itu pula kinerja pemerintah selalu menjadi sorotan dalam penanganan virus tersebut. Salah satunya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang selama ini cukup banyak menuai kritik masyarakat.

Bahkan selama digerus pandemi Covid-19 di awal Juli lalu. Berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO), Terawan menjadi salah satu menteri yang masuk dalam kategori layak untuk direshuffle Presiden Jokowi mencapai 52,4 persen sebelum Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly pada 64,1 persen.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai adalah wajar apabila masyarakat menginginkan Terawan untuk direshuffle hal itu adalah dampak dari kacamata politik atas kinerjanya selama Pandemi Covid-19.

"Wajar jika publik menanyakan kinerja Menkes yang buruk. Karena penanganan Corona itu kan leading sectornya Menkes Terawan, dan secara kinerja memang harus direshuffle, karena kinerjanya jeblok," kata Ujang saat dihubungi merdeka.com, Minggu (27/9).

Namun demikian, ia melihat ada hal yang tak bisa dilakukan Presiden Jokowi mendepak Terawan, mungkin faktor background militer yang melekat pada Terawan dengan pangkat terakhirnya Letnan Jendral.

Hal itu lah yang menjadi perhitungan secara politik bagi Jokowi, tak mudah bila ingin mendepak terawan dari kabinet. Terlebih, Ujang mengatakan banyaknya kesamaan background militer dalam kabinet.

Seperti, Jenderal-jenderal purnawirawan TNI di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf yakni, Menteri Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan Jenderal purnawirawan dari Polri di Kabinet Indonesia Maju adalah Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian.

"Namun secara politik, mungkin dia aman-aman saja. Tak akan kena reshuffle, mungkin karena dia juga seorang jenderal. Di mana dia punya back up politik dari para teman-temannya sesama jenderal," tuturnya.

Dampaknya, ia melihat Presiden Jokowi hanya bisa memberikan kritik-kritik tajam atas kinerja Menteri Terawan selama penanganan Pandemi Covid-19, tanpa bisa mengambil jalan reshuffle.

Baca Selanjutnya: Segera Reshuffle Terawan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini