Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aktor Ray Sahetapy lebih baik sebut Nusantara daripada Indonesia

Aktor Ray Sahetapy lebih baik sebut Nusantara daripada Indonesia Ray Sahetapy. ©2014 Merdeka.com/Kapanlagi.com

Merdeka.com - Arkand Bodhana Zeshaprajna, pria yang belasan tahun mempelajari metafisika mengusulkan pergantian nama Indonesia jadi Nusantara. Tak hanya Arkand, aktor senior Ferene Raymond Sahetapy atau lebih dikenal dengan nama Ray Sahetapy menilai nama Indonesia tak mempunyai arti. Menurut Ray, Nusantara lebih memiliki makna.

"Berdasarkan kondisi fisik dan karakter bangsa ini, saya lebih nyaman menyebut bangsa Indonesia dengan istilah Nusantara," ujar Ray dalam diskusi 'membedah ke-Indonesia-an' bersama budayawan, beberapa waktu lalu.

"Nama Indonesia itu kan asing. Nggak ada maknanya lagi. Kalau Nusantara kan berarti semua orang-orang di kepulauan ingin bersatu," tambah Ray.

Menurut dia, kata 'nusa' berarti pulau, pulau terdiri dari kesatuan tanah dan di antara pulau-pulau tersebut terdapat lautan yang berarti air. Karena keseimbangan dan karakteristik fisik Indonesia tersebut, Ray mengartikan nusantara adalah 'tanah air'.

Mantan suami Dewi Yull ini memberikan contoh, negara Thailand lebih maju ketimbang masih bernama Muangthai atau Vietnam lebih dikenal dari Indocina.

Selain itu, Ray juga menguraikan pandangannya terkait dasar negara, yaitu Pancasila.

Dalam sila pertama, 'Ketuhanan yang Maha Esa', Ray mengartikan bahwa setiap manusia Indonesia wajib menjadi ciptaan Tuhan yang satu, yaitu manusia, hewan, alam dan ciptaan lainnya.

Ray memaknai sila kedua 'Kemanusiaan yang adil dan beradab' dengan mengembangkan ciptaan manusia demi 'kemanusiaannya' menuju peradaban yang mulia.

Kemudian sila ketiga 'Persatuan Indonesia', oleh Ray diartikan menjaga persaudaraan antar manusia-manusia yang hidup di nusantara ini.

Dalam sila keempat, 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan' dia memaknai sebagai usaha untuk menciptakan aturan main demi kebenaran secara demokratis dan bertanggungjawab kepada orang banyak.

Pada sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", Ray mengartikan sebagai cara membagi secara jelas hasil kekayaan bumi nusantara, yaitu dengan komposisi 30 persen untuk negara, 30 persen untuk para pekerja, 30 persen bagi pemodal, serta 10 persen untuk lingkungan hidup dan kesehatan. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP