Aher sebut penyelesaian perkara jangan pakai hukum rimba
Merdeka.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan persekusi atau intimidasi adalah tindakan salah. Aksi persekusi muncul usai remaja inisial PMA diintimidasi sekelompok orang usai mengkritik pimpinan FPI Rizieq Syihab di Facebook.
"Penyelesaiannya tidak boleh hukum rimba. Tidak boleh tiba-tiba sekolompok orang yang mengatasnamakan pihak yang tersinggung menyerang mencari mereka dan melakukan kekerasan. Sudah kriminal berikutnya itu," kata pria yang akrab disapa Aher itu di Masjid Habiburahman PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jumat (2/6).
Meski demikian Aher juga tidak membenarkan bila seseorang membuat status yang menyinggung pihak manapun, meski reaksinya juga janganlah berlebihan. "Bahwa seseorang membuat status (di medsos) yang menyinggung orang lain tentu salah. Tidak boleh seseorang membuat status menyinggung pihak manapun," katanya.
Dia menambahkan, seseorang membuat status yang menyinggung pihak lain memang salah. "Tapi penyelesaiannya harus proses hukum atau paling tidak ditegur. Kalau ditegur berubah kan selesai. Kalau masih belum berubah, maka bisa proses hukum," ujarnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, hingga kini tidak ada kasus persekusi yang ditemukan di wilayah hukum Polda Jabar. "Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai persekusi di wilayah Jabar," tegasnya di Mapolda Jabar.
Dia menuturkan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada setiap Polres di Jawa Barat untuk menindak tegas setiap pelaku persekusi. "Sudah kita imbau, untuk tidak memberikan izin dan menindak tegas setiap kasus persekusi bila terjadi di wilayah Jabar." (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya