Ada 31 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona di RS Persahabatan
Merdeka.com - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terhadap virus Corona, COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) bertambah. Jumlah ODP yang semula hanya 21 orang menjadi 31 orang, Kamis (5/3) pagi.
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) Rita Rogaya mengatakan, angka ini bisa saja terus bertambah.
"Kemarin kan 21 ODP. Setelah saya konpers siang kemarin, setelahnya ada lagi jadi 31 orang totalnya orang dengan pemantauan," kata Rita dalam konferensi pers, Kamis (5/3).
Rita menekankan, para ODP tidak dirawat di rumah sakit. Pun pihak rumah sakit tidak memberikan surat ataupun sertifikat bagi ODP yang menyatakan terbebas dari virus Corona.
Sementara itu, Rita tidak menampik banyak masyarakat memeriksa kesehatan mereka setelah kabar virus Corona menyeruak. Namun ia kembali menegaskan pihak rumah sakit akan memfasilitasi seluruh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa ada pengkhususan bebas COVID-19.
Dia juga menuturkan, tidak ada tanggung jawab rumah sakit terhadap ODP. Sebab pada dasarnya, kata Rita, ODP tidak bisa dipastikan berpotensi menjadi pasien yang harus dirawat inap.
"Kalau sudah pulang bukan tanggung jawab rumah sakit lagi. Karena belum tentu jadi pasien," ujarnya.
Diketahui, Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani penyebaran virus Corona, COVID-19. Tercatat, sebanyak 119 orang sehat memeriksakan diri ke RSUPP.
"Kami sudah tangani 119 orang yang datang untuk check up sejak 3 sampai 4 Maret," kata Rita saat konferensi pers, Rabu (4/3).
Meski tidak melarang, namun Rita mengingatkan fenomena virus Corona tidak baik jika ditanggapi secara berlebihan, seperti memeriksa kesehatan untuk memastikan ada tidaknya virus Corona dalam tubuh.
Menurut Rita, tanpa ada gejala umum seperti demam berhari-hari, batuk, atau pilek, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Terpenting adalah menjaga pola hidup sehat dan higienis.
"Jadi harusnya masyarakat enggak usah khawatir. Kalau tidak ada gejala jangan panik, kalau ada, silakan hubungi fasilitas kesehatan," kata Rita.
Rita merinci, sejak 3 hingga 4 Maret, RSUPP telah menerima total 10 rujukan pasien dalam pengawasan (PDP).
"Saat ini kami sudah mendapat rujukan 10 pasien yang kami lakukan perawatan," ujarnya.
Pasien dengan pengawasan saat ini sedang dirawat intensif di ruang isolasi dan menunggu hasil pemeriksaan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Jika 10 pasien ini dinyatakan negatif Covid-19, mereka akan dipindah dari ruang isolasi ke rawat inap biasa.
Untuk daya tampung ruang isolasi, Rita menuturkan RSUPP memiliki 24 tempat tidur dengan rincian 4 unit untuk pasien isolasi di intensive care unit (ICU), dan 20 unit untuk pasien isolasi tanpa ICU. Dia juga menambahkan, PDP yang saat ini dirawat rata-rata mengalami gejala demam tinggi.
Meski mengalami gejala hampir sama, demam tinggi, Rita menuturkan RSPP melakukan seleksi untuk memasukan pasien ke ruang isolasi.
"Pasien dalam pengawasan kita juga harus seleksi jangan sampai yang kita masukan bukan pasien dalam pengawasan," tukasnya.
RSUPP, imbuh Rita, juga memantau 21 orang dari potensi terpapar virus Corona. Dia menjelaskan perbedaan orang dengan pengawasan dan orang dengan pemantauan ada dalam skala seberapa intensif orang tersebut berkomunikasi dengan penderita Covid-19.
"Kalau orang pemantauan, batuk, sakit tenggorokan, tapi tidak kontak erat dengan penderita positif dan di foto rontgen tidak ada kelainan," jelasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya