Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

80 Pelajar Hendak Demo Tolak UU Cipta Kerja Diamankan di Palembang, Ditemukan Molotov

80 Pelajar Hendak Demo Tolak UU Cipta Kerja Diamankan di Palembang, Ditemukan Molotov Pelajar Diamankan Saat Hendak Ikut Demo di Palembang. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Penangkapan pelajar dan pemuda yang diduga menyusup peserta aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja di Palembang terus bertambah. Hingga siang ini sudah ada 80 pelajar yang digiring ke kantor polisi.

Mereka diamankan ketika berada di sekitar lokasi demo di Simpang Lima DPRD Sumsel di Jalan Pom IX-Jalan A Rivai Palembang, Rabu (7/10). Beberapa orang di antaranya masih mengenakan seragam putih abu-abu dan lainnya memakai kaos hitam serta membawa bendera warna merah.

Setelah dikumpulkan, mereka diangkut menggunakan empat unit mobil truk polisi. Petugas dari Reskrim, Intelkam, dan Sabhara tengah mendata dan nantinya dijemput orang tua masing-masing.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengungkapkan, mereka diamankan di beberapa lokasi. Ada saat masuk ke barisan massa, ada juga dicegat tak jauh dari titik demo.

"Sudah ada 70 sampai 80 orang yang menyusup dalam barisan aksi mahasiswa. Kebanyakan pelajar SMA dan SMK," ungkap Anom.

Dikatakan Anom, banyaknya pelajar yang ikut turun ke jalan karena menerima pesan singkat melalui WhatsApp yang berisi ajakan demonstrasi dengan kalimat "Ayo kita buat Palembang pecak Jakarta (ayo kita buat Palembang seperti Jakarta."

Mereka diduga ingin menganggu kondusivitas unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa.

"Dugaannya seperti itu apalagi tadi ada salah satu pelajar kedapatan membawa bom molotov dan senjata tajam," kata dia.

Bagi pelajar dan pemuda yang terciduk akan dilakukan pendataan diri. Mereka juga wajib dijemput orang tua masing-masing di kantor polisi.

"Akan didata terlebih dahulu dan sanksinya dijemput orang tua. Untuk pelajar yang bawa bom molotov dan senjata tajam akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Pihaknya juga meminta massa untuk mengecek setiap barisan unjuk rasa. Hal itu untuk mencegah terjadinya kericuhan akibat ulah penyusup dan provokator.

"Silakan menyampaikan aspirasi, kami siap mengamankan dan koordinasi dengan polisi jika ada peserta aksi yang mencurigakan," pungkasnya. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Sosok Pemuda di Kalideres Tersangka Penjual Sertifikat Habib Palsu Dikenal Tertutup
Sosok Pemuda di Kalideres Tersangka Penjual Sertifikat Habib Palsu Dikenal Tertutup

Tersangka dikenal tetangga sebagai mahasiswa di salah satu kampus Jakarta.

Baca Selengkapnya
Asyik Nongkrong di Jembatan Hingga Dini Hari, Sejoli Mahasiswa Disatroni Dibegal & Satu Tewas Ditusuk
Asyik Nongkrong di Jembatan Hingga Dini Hari, Sejoli Mahasiswa Disatroni Dibegal & Satu Tewas Ditusuk

Pelaku langsung merampas motor korban sambil menodongkan pistol. Korban coba melawan tapi gagal.

Baca Selengkapnya
Warga Sekitar Tidak Dengar Letusan Pistol saat Anggota Polres Manado Bunuh Diri
Warga Sekitar Tidak Dengar Letusan Pistol saat Anggota Polres Manado Bunuh Diri

Ndun bersama Enggar dan teman-temannya pada sore itu sedang mengoprek-oprek sepeda motor matic sejak siang hingga dini hari.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cegah Tawuran Pelajar, Polda Metro Bakal Bikin Grup WhatsApp Bersama Para Guru
Cegah Tawuran Pelajar, Polda Metro Bakal Bikin Grup WhatsApp Bersama Para Guru

Cegah Tawuran Pelajar, Polda Metro Bakal Bikin Grup WhatsApp Bersama Para Guru

Baca Selengkapnya
Bocah 14 Tahun Siswa MTs di Susukan Semarang Disetrika Dadanya oleh Kakak Kelas
Bocah 14 Tahun Siswa MTs di Susukan Semarang Disetrika Dadanya oleh Kakak Kelas

Orangtua korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

Baca Selengkapnya
Pelajar SMP di Padang Tewas dengan 6 Tulang Rusuk Patah, LBH: Diduga Disiksa Polisi
Pelajar SMP di Padang Tewas dengan 6 Tulang Rusuk Patah, LBH: Diduga Disiksa Polisi

Korban yang berusia 13 tahun itu terakhir kali terlihat berdiri dikerumuni polisi memegang rotan. Dia kemudian ditemukan tewas di bawah jembatan.

Baca Selengkapnya
Larang Pegawai Hamil, Begini Nasib Kepala Puskesmas di Palembang
Larang Pegawai Hamil, Begini Nasib Kepala Puskesmas di Palembang

Selain melarang hamil, pegawai dipaksa terus bekerja sepanjang hari kerja tanpa istirahat.

Baca Selengkapnya
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Kemanggisan, Sajam sampai Molotov Disita
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Kemanggisan, Sajam sampai Molotov Disita

Dari tangan ketujuh remaja itu, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti

Baca Selengkapnya
Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan Ini Terjebak di Pasar Tipar, Sampai Dievakuasi Kepolisian
Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan Ini Terjebak di Pasar Tipar, Sampai Dievakuasi Kepolisian

Warga dan pedagang yang melihat Maya merintih kesakitan mencoba membantunya dan langsung menghubungi petugas keamanan.

Baca Selengkapnya