75 Profesor desak Arief Hidayat mundur dari Hakim MK

Rabu, 14 Februari 2018 18:36 Reporter : Ahda Bayhaqi
75 Profesor desak Arief Hidayat mundur dari Hakim MK 75 profesor desak Arief Hidayat mundur. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - 75 profesor yang tergabung dalam Forum Akademisi Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) desak Ketua MK Arief Hidayat untuk mundur. Arief dinilai telah mencoreng marwah Mahkamah Konstitusi.

Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto mengatakan, apa yang mereka lakukan merupakan upaya mengoreksi Mahkamah Konstitusi yang dinilai telah melenceng. Karena Dewan Etik MK telah dua kali menetapkan Arief melanggar etik.

"Apa yang kita lakukan itu adalah bagian dari kita semua mengoreksi praktik yang dilakukan. Hakim di MK itu melanggar etik dan berulang, itu bisa dikatakan ada professional misconduct di sana," katanya saat diskusi Iluni UI di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Direktur PUKAT UGM Zainal Arifin Mochtar menilai Arief sebagai seorang negarawan tidak menunjukkan sikap demikian. Dia menyoroti pernyataan Arief yang baru mau mundur lewat jalur hukum.

Zainal memandang pernyataan itu keliru lantaran etik itu sendiri merupakan landasan hukum. Maka itu, dia menyarankan Arief agar lebih bijak, sadar dan mundur sebagai ketua MK.

"Itu keliru. Yang namanya etika itu pondasinya hukum. Karena etika ada dalam pondasi hukum. Sebenarnya lengkap kalau kita mau analisis. Bayangan saya, langkah mundur itu langkah Arief untuk Pak Arief," tegasnya.

Sementara itu, Profesor Fakultas Hukum UI Ana Erliyana menyoroti terkait sidang etik MK yang memutuskan Arief hanya melakukan pelanggaran ringan. Dia memandang harusnya sidang dilakukan terbuka agar upaya permainan politik di dalamnya bisa dihindari.

"Kalau ada sidang terbuka enak juga kita lihat. Kalau tertutup itulah permainannya. Ada permainan-permainan yang tidak bisa kita duga. Hakim kerja dalam sunyi, sebisanya menghindari oleh pihak yang patut diduga memengaruhi pekerjaannya," katanya.

Atas nama Forum Akademisi Selamatkan MK, melayangkan sebuah surat ditujukan untuk Hakim MK Arief Hidayat. Surat itu tercantum 75 nama profesor dari berbagai macam latar belakang akademis. Surat tersebut juga tertulis tembusan kepada para Hakim MK serta Ketua DPR Bambang Soesatyo.

"Kami ingin mengingatkan bahwa jika seseorang yang dipercaya duduk di puncak lembaga penegak hukum dalam hal ini Mahkamah Konstitusi, ternyata gagal memegang teguh moral kejujuran, kebenaran, dan keadilan, maka ia telah kehilangan sumber legitimasi moralnya sebagai agen penegak hukum. Menurut kami, Mahkamah Konstitusi harus diisi oleh para hakim yang memahami hakekat kejujuran kebenaran, dan keadilan tersebut. Tanpa pemahaman hakiki tersebut, hakim tidak bisa menjadi garda penjaga kebenaran Vested interests dan ambisi pribadi terhadap kekuasaan hanya akan meruntuhkan lembaga konstitusi," tulis penggalan surat yang dibacakan. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini