7 Anggota Geng 69 di Semarang Jadi Tersangka Pengeroyokan dan Penganiayaan

Jumat, 8 Februari 2019 03:32 Reporter : Danny Adriadhi Utama
7 Anggota Geng 69 di Semarang Jadi Tersangka Pengeroyokan dan Penganiayaan Pelaku pengeroyokan dan penganiayaan di Semarang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menetapkan tujuh anggota geng 69 di Semarang sebagai tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Mohamad Rizal (15) warga Meteseh, Tembalang pada Minggu (3/2) pukul 02.30 WIB. Tersangka yakni Ymi (17), Dwa (18), GAP (19), FAP (17), FA (17), RNR (18) dan AIP (16).

"Dari 19 orang yang diamankan, hanya tujuh orang yang terlibat pembacokan langsung kita tetapkan tersangka. Mereka tidak ditahan karena alasan beberapa masih sekolah, hanya dilakukan pembinaan," kata Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi saat gelar perkara di Polsek Tembalang, Kamis (7/2).

Dia menyebut terungkapnya aksi tersebut setelah menerima laporan masyarakat yang membuat kerusuhan oleh sekelompok pemuda di wilayah Semarang. Modus para pelaku ini tergolong sadis, dengan mencari sasaran geng lain yang dirasa kubu lawan langsung dibacok.

"Mereka tanpa basa-basi langsung bacok korban. Korban saat itu sedang melintas seorang diri di Jalan Sambiroto, tidak berdaya alami luka parah akibat dibacok oleh Ymi dan Dwo," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, bahwa pelaku ini sebelum beraksi berkumpul. Kemudian bila mereka meng-upload foto ke media sosial, tujuan untuk memicu emosi geng lain.

"Foto bawa senjata tajam di upload medsos. Seakan-akan menantang geng lain untuk melakukan hal tawuran," jelasnya.

Alasan para anggota yang tertangkap mengatasnamakan Geng 69 hanya untuk mencari jati diri. Dari tangan tersangka, polisi menyita celurit, parang, serta sepeda motor.

"Mereka ingin mengetes nyali dan membuktikan diri. Sedangkan Geng Bradil yang merupakan musuhnya sudah tertangkap Polrestbes Semarang dahulu," ungkapnya.

Dwa mengaku membacok korban berkali-kali dengan parang saat melintas bersama teman lainnya. Ia terpaksa ikut geng ini karena suka dengan tawuran.

"Saya bacok berkali-kali, pokoknya hampir semua tubuh. Ikut geng ini ya suka tawuran saja," aku Dwa yang juga masih sekolah SMK kelas X di Semarang. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Geng Motor
  2. Penganiayaan
  3. Semarang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini