6 Petani di Ngawi Keracunan Usai Minum Jamu Gendong

Senin, 22 Juli 2019 19:22 Reporter : Erwin Yohanes
6 Petani di Ngawi Keracunan Usai Minum Jamu Gendong Ilustrasi Keracunan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - 6 orang petani di Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, mengalami keracunan. Hal ini terjadi setelah keenam orang tersebut meminum jamu racikan yang dibuat oleh penjual jamu keliling.

"Ada enam orang yang keracunan setelah minum jamu racikan," kata Kapolsek Pitu Iptu Subandi, Senin (22/7).

Ia menyebutkan, awalnya sebanyak 10 petani menghentikan penjual jamu gendong. Mereka memesan jamu sasetan yang dicampur dengan racikan yang dibuat oleh penjual jamu, berupa rempah-rempah, anggur hitam dan beras kencur.

Berselang 30 menit kemudian, 6 dari 10 orang yang memesan jamu itu merasakan mual, pusing, muntah dan badan lemas. Keenam orang tersebut yaitu Sumanto (57), Supinah (55), Sarwan (49), Kasiran (45), Sugeng (50) dan Purwanto (36).

"Mereka langsung muntah-muntah. Karena tidak kuat, mereka yang keracunan itu dirujuk ke Puskesmas Pitu," terangnya.

Namun rupanya dari keenamnya, kondisi korban Sumanto, Supinah dan Sarwan semakin memburuk. Sehingga membuat pihak Puskesmas Pitu merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeroto.

"Karena memang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Dokter di puskesmas tidak mau mengambil resiko. Sampai sekarang belum diperbolehkan pulang oleh dokter," bebernya.

Sedangkan korban yang bernama Sugeng masih dirawat di Puskesmas Pitu. Sementara itu, untuk Kasiran dan Purwanto kondisinya semakin membaik dan diperbolehkan pulang.

"Ada juga yang sudah pulang karena sudah membaik. Satu masih dilakukan perawatan di Puskesmas. Untuk yang dirawat di Puskesmas mungkin besok sudah boleh pulang," tambahnya.

Sementara, peracik jamu telah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dari hasil pemeriksaan, penjual menjelaskan bahwa pembuat jamu hanya mencampur jamu yang dibuat home industry di Kabupaten Sragen dengan racikannya.

"Ini masih kami periksa. Tentu juga melakukan penelusuran lebih lanjut jamu sasetannya berasal darimana," terangnya.

Barang bukti sudah disita polisi, demikian juga dengan jamu saset dan sisa jamu yang diminum para korban, sudah dibawa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Kami bawa barang buktinya untuk pemeriksaan lab lebih lanjut," tegasnya.

Jika nanti dinyatakan bersalah, penjual jamu gendong itu dikenakan Pasal 196 dan atau pasal 197 UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Keracunan Makanan
  2. Keracunan
  3. Ngawi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini