Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

55,9 Persen Guru di Sulsel Sudah Vaksinasi, Pembelajaran Tatap Muka Masih Dikaji

55,9 Persen Guru di Sulsel Sudah Vaksinasi, Pembelajaran Tatap Muka Masih Dikaji Guru divaksin. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan mencatat, hingga 20 Mei 2021, angka vaksinasi Covid-19 bagi guru atau tenaga pendidik telah mencapai 55,96 persen. Sebanyak 88.953 orang guru sudah divaksinasi. Total sasaran 158.961 orang.

"Guru dan lansia tetap kita terus lakukan untuk persiapan sekolah tatap muka. Ini yang memang kita genjot sekarang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel dr Nurul di Makassar, Minggu (23/5). Dilansir Antara.

Cakupan vaksinasi guru di Kota Makassar diklaim telah melampaui target yakni 109,38 persen atau 13.126 orang. Disusul Kabupaten Kepulauan Selayar 93,07 persen dan paling rendah di Kabupaten Sinjai, yakni mencapai 2,93 persen atau 202 guru.

Secara akumulatif, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Sulsel telah menyasar 424.078 orang yang telah menerima vaksin dosis I dan 335.227 orang vaksin dosis II. Mereka terdiri dari SDM Kesehatan, petugas publik dan lansia (lanjut usia).

Dengan demikian, 28,1 persen dari sasaran sebanyak 1.506.638 orang telah disuntik vaksin jenis Sinovac dan 22,25 persen diantaranya telah menyelesaikan vaksin dosis II.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Hery Sumiharto menuturkan, pembukaan sekolah tatap muka di Sulsel direncanakan bersamaan pembukaan semester baru pada Juli mendatang.

Hanya saja, hal ini masih tetap mengacu pada perkembangan angka kasus Covid-19 di Sulsel yang dikhawatirkan bisa saja melonjak pasca-Lebaran 1442 Hijriah karena tingginya pergerakan masyarakat.

"Semester baru masih rencana, kita tidak tahu persis bagaimana nantinya, kita mau lihat dulu lonjakan kasusnya, karena kan habis Lebaran. Jangan sampai memberi dampak yang negatif lagi, kita selalu melihat situasi dan kondisi daerah itu," tuturnya.

Hery menjelaskan kendati sekolah tatap muka dibuka, pihaknya belum bisa melakukan tatap muka seperti sedia kala, sebab tetap direncanakan mix metode pembelajaran antara sistem daring dan luring.

Selain memenuhi syarat dari Satgas Covid-19 untuk pembukaan sekolah tatap muka di daerah, Disdik juga lebih fleksibel kepada peserta didik untuk memilih, dalam hal ini adalah orang tua.

"Kita tidak boleh paksa jika masih ada orang tua yang tidak mau. Kita harus memberikan pelajaran, dilayani, apakah melalui daring atau rumah kunjung. Itu tergantung dari sekolah dengan kesepakatannya," ujar dia.

Menurut Hery, setiap daerah telah mengantisipasi kemungkinan peningkatan angka kasus Covid-19 saat sekolah tatap muka dibuka, sehingga pemerintah daerah harus memastikan suntik vaksin bagi seluruh perangkat sekolah, termasuk bujang sekolah (penjaga).

"Itu kewenangan daerah melakukan vaksinasi kepada penduduknya. Jadi bukan hanya guru, tetapi semuanya," kata dia. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP