51 Pengunjung spa gay di Harmoni diperbolehkan pulang oleh polisi

Senin, 9 Oktober 2017 15:23 Reporter : Ronald
51 Pengunjung spa gay di Harmoni diperbolehkan pulang oleh polisi Rekonstruksi tempat gay di harmoni. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan enam orang tersangka atas penggerebekan pusat kebugaran T1 Sauna yang terletak di Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Jakarta Pusat. Sementara itu, 51 orang lainnya yang ikut diamankan dibebaskan.

"Pemilik 1 orang diamankan, 1 DPO, sisanya karyawan. 51 Lainnya sudah dibebaskan," ujar Kabag ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asfuri saat lakukan rekonstruksi di lokasi tersebut, Senin (9/10).

"Pengunjung 51 orang, kemudian dari pegawai dan pemilik ada 7 orang. Untuk penetapan tersangka ada 5 orang, 1 orang masih DPO. Untuk tersangka ini adalah selaku pemilik, karyawan, kasir. Yang dpo pemilik dan pemegang saham," sambungnya menjelaskan.

Asfuri menegaskan saat digerebek terdapat 51 pengunjung diluar dari tersangka. "51 Pengunjung. Tersangka beda lagi," ujarnya.

Dari penelusuran sementara, ruko tersebut diizinkan adalah tempat sauna. Namun, izin tersebut dilanggar hingga polisi menggerebek tempat pria cinta sesama jenis itu.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dengan undang-undang pornografi.

"Kena pasal 30 juncto pasal 4 undang-undang nomor 44 tahun 2008, tentang pornografi dan atau KUHP pasal 296, hukuman enam tahun kurungan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek tempat prostitusi pria pencinta sesama jenis yang dilakukan di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat 6 Oktober 2017 malam. Saat diciduk, polisi menemukan fakta bahwa mereka tengah melangsungkan pesta seks sesama jenis.

Sebanyak 51 pria diamankan dari penggerebekan tersebut. Dari puluhan orang itu, terdapat juga empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

Pengelola spa bersama karyawannya telah dija‎dikan tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni GG, GCMP, NA, ES dan K. Sementara satu orang lagi dengan inisial H masih buron. Mereka dijerat Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 dan atau Pasal 296 KUHP. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini