Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Prajurit TNI meninggal usai meriam meledak saat latihan di Natuna

4 Prajurit TNI meninggal usai meriam meledak saat latihan di Natuna Ilustrasi TNI. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (17/5) pagi, memakan korban jiwa. Empat prajurit TNI meninggal sementara enam lainnya terluka.

Prajurit tewas adalah Danrai Kapten Arh Herubelum dan Pratu Ibnu Hidayat. Kemudian Pratu Marwan dengan luka di kaki serta Praka Edy yang terluka di pinggang.

Sementara korban luka-luka yakni Pratu Bayu Agung, terkena percikan peluru di leher dan paha. Lalu Serda Alpredo Siahaan dan Prada Danar yang terluka di paha akibat percikan peluru. Kemudian Pratu Ridai, luka di lutut kiri akibat serpihan peluru. Dan Pratu Didi Hardianto, luka di tangan kiri serta Sertu Blego Switage, luka di tangan kiri dan perut akibat serpihan peluru.

Kadispenad, Brigjen TNI Denny Tuejeh membenarkan peristiwa kecelakaan itu. Menurut dia, kejadian tersebut akibat pembatas samping meriam artileri berputar ke kiri dan putar ke kanan hingga tidak dapat dikendalikan.

"Salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan prajurit lainya mengalami luka-luka karena terkena tembakan," kata Denny dalam keterangannya, Rabu (17/5).

Seluruh korban berasal dari satuan Yon Arhanud 1 Kostrad. Para korban saat ini berada di RSUD Natuna.

"Saat ini pihak TNI sedang melakukan investigasi mendalam tentang kejadian tersebut," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP