Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Kali tes simulasi, pilot selalu beri sabu ke PNS Kemenhub

3 Kali tes simulasi, pilot selalu beri sabu ke PNS Kemenhub 2 Pilot Transaksi Sabu di Bandara Halim. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Ada aroma dugaan suap di balik penangkapan dua pilot terkait transaksi narkoba jenis sabu di halaman parkir Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis lalu. Tersangka berinisial GS, pilot maskapai Bangladesh itu memberikan sabu saat ia tengah mengikuti tes simulasi.

Sementara tersangka BC yang merupakan PNS Kementerian Perhubungan dan tengah diperbantukan sebagai pilot berperan sebagai penerima. Selain pilot, BC juga sebagai penguji yang punya peran dalam kelulusan semua pilot di Indonesia dan berwenang mengeluarkan lisensi.

"Jadi saat penyerahan itu ada tes simulasi di Jakarta. Kesempatan tes simulasi ini dimanfaatkan untuk menyerahkan sabu ke pengujinya yaitu BC," ujar Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn di kantornya, Jakarta, Minggu (5/8).

akbp jean calvijn

Bukan kali ini saja transaksi narkoba antara GS dan BC dilakukan. Rupanya kedua pilot tersebut telah tiga kali melakukan transaksi barang haram tersebut. Pemberian selalu dilakukan saat GS melakukan tes simulasi.

GS sendiri bekerja untuk maskapai asing dan setiap enam bulan harus melakukan tes simulasi ke Indonesia. Dalam tiga kali transaksi, BC selalu mendapatkan sabu secara cuma-cuma.

"Memang yang bersangkutan bisa menentukan kelulusan GS. Ini tertuang dalam berita pemeriksaan kedua tersangka, jadi ini berdasarkan BAP," ucap Calvijn.

Meski begitu, polisi belum menyentuh dugaan suap menggunakan narkoba dalam kasus ini. Polisi masih mengembangkan sumber sabu tersebut. Polisi juga menggali kemungkinan keterlibatan pilot lain dalam penyalahgunaan narkoba.

PNS Kemenhub sudah 10 tahun konsumsi sabu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan pilot maskapai Bangladesh berinisial GS diketahui telah mengkonsumsi sabu selama empat tahun. Sedangkan BC yang merupakan PNS Kemenhub telah 10 tahun menggunakan sabu.

"GS sudah menggunakan selama empat tahun. Sedangkan BC sudah 10 tahun. GS adalah pilot maskapai bangladesh. Tersangka BC adalah PNS Ditjenhub Kemenhub," kata Argo.

2 pilot transaksi sabu di bandara halim

Argo pun menuturkan, pihaknya menangkap BJ yang merupakan penguji simulator penerbangan usai polisi melihat atau menemukan bukti percakapan di telepon genggam milik GS. Dugaan sementara, GS akan memberikan barang bukti 0,8 gram sabu-sabu tersebut kepada BJ

"Ternyata memang benar ada dua orang melakukan transaksi, insial GS dan BC. Ada sabu sebarar 0,8 gram," tuturnya.

Polisi pun langsung menggeledah rumah BC di kawasan Cipayung, usai dia ditangkap dan hasilnya polisi menemukan sebuah alat hisap sabu-sabu alias bong. Sebelum menuju ke rumah BC, polisi lebih dulu menggeledah rumah GS di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, diberitakan GS sebagai pilot berkebangsaan asing. Namun ternyata GS merupakan warga negara Indonesia yang bertugas di maskapai asing.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di area Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis 2 Agustus 2018.

Akibat perbuatannya, kedua pilot tersebut dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar.

Reporter: Nur Habibie dan Nafiysul Qodar

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP