Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

27 Alat boga belum dikembalikan, siswa SMK 3 Banda Aceh tak bisa praktik

27 Alat boga belum dikembalikan, siswa SMK 3 Banda Aceh tak bisa praktik SMK 3 Banda Aceh. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Siswa jurusan Tata Boga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Banda Aceh di Gampong Lueng Raya, Kecamatan Lueng Raya, Banda Aceh, tak bisa praktik secara maksimal. Seluruh peralatan masak canggih sudah dipindahkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Dinas Pendidikan Aceh ke lokasi lain.

Seluruh peralatan canggih bantuan masyarakat Jerman itu, mulanya dipindahkan oleh Dinas Pendidikan Aceh ke Lampineung sejak Mei 2017 lalu. Penanggungjawab pemindahan aset SMK 3 Banda Aceh ini ditandatangani oleh Kepala Bidang SMK, Miftahuddin.

"Keperluannya waktu itu untuk kebutuhan memasak makanan untuk jemaah haji, setelah itu dalam perjanjian akan dikembalikan lagi," kata Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Jamaluddin Muko, Senin (15/1).

Jamaluddin Muko sengaja kembali mendatangi SMK 3 Banda Aceh untuk memastikan apakah peralatan boga itu sudah dikembalikan atau belum ke sekolah tersebut. Sebab, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sudah memerintahkan Dinas Pendidikan Aceh untuk mengembalikan seluruh peralatan boga milik sekolah itu.

"Aset ini dirampas oleh sepihak. Mereka melawan perintah Wagub. Wagub sudah perintahkan untuk kembalikan. Ini luar biasa, ada pejabat yang melawan, ini harus diproses sesuai dengan hukum dan penyidik Polda Aceh harus turun tangan," ujar dia.

Dia mengatakan, ada 27 item peralatan canggih boga dipindahkan sepihak oleh Dinas Pendidikan Aceh. Padahal peralatan itu jelas-jelas merupakan aset SMK 3 Banda Aceh. Akibatnya, siswa sekolah ini tidak bisa melakukan praktik boga secara maksimal.

Menurut Jamaluddin Muko, tidak hanya rugi secara moril, siswa tak bisa praktik. Secara materil juga mengalami kerugian besar. Sejak tahun 2001 silam, SMK 3 Banda Aceh mendapat kepercayaan dari maskapal Garuda Indonesia sebagai pemasuk katering.

Namun sejak peralatan itu dipindah, pihak SMK 3 Banda Aceh tidak bisa lagi memenuhi permintaan maskapai Garuda. Sehingga kontrak pun diputuskan dan mengalami kerugian material Rp 9 miliar lebih per tahunnya.

"Ini belum lagi ada orang bikin pesta setiap Sabtu dan Minggu, biasanya mereka pesan katering juga di sini, sekarang enggak bisa lagi," kata dia.

smk 3 banda aceh

Sementara itu Kepala SMK 3 Banda Aceh, Saifullah membenarkan siswa-siswinya tak bisa lagi praktik tata boga secara maksimal, karena tidak lagi memiliki peralatan. Semua peralatan canggih itu sudah dipindahkan oleh pihak Dinas Pendidikan sejak Mei 2017 lalu.

"Ada dulu, sekarang sudah dipindahkan ke lokasi SMK lama di Lampineung untuk kebutuhan memasak makanan jemaah haji, tetapi sampai sekarang belum dikembalikan," ujarnya.

Dia berharap, seluruh peralatan yang sudah dipindahkan itu untuk segera dikembalikan, karena selama tidak ada peralatan tersebut siswa tidak bisa praktik boga dengan baik.

"Sekarang ada praktik, seadanya saja, peralatan tidak ada lagi," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP