2 Pembakar Motor di Desa Ketitang Temanggung Bermotif Perselisihan Pilkades

Minggu, 24 Februari 2019 17:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama
2 Pembakar Motor di Desa Ketitang Temanggung Bermotif Perselisihan Pilkades teror kendaraan warga di semarang dibakar. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan motif dua pelaku pembakaran motor di Temanggung berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di wilayah setempat.

Polres Temanggung telah menangkap dua pelaku pembakaran dua motor milik Sungkono (53) Dusun Kali Salam, RT 2 RW 5 Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Temanggung pada Senin (18/2) pukul 02.00 WIB. Mereka yakni Budi Waluyo (38) warga Dusun Dermonganti RT 1 RW 4, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Temanggung, dan Eko Santoso (31) warga Dusun Dermonganti, RT 2 RW 4, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Temanggung.

"Jadi tidak berkaitan dengan sejumlah teror pembakaran yang terjadi di Semarang dan sekitarnya. Melainkan perselisihan pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di wilayah setempat," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triadmaja saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (24/2).

Dia menjelaskan pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah (Pilkades) sendiri serentak di Jawa Tengah seminggu yang lalu. Adapun akibat persaingan menyebabkan perselisihan.

"Kita belum bisa menjelaskan secara detail, ini masih dalam pengembangan penyelidikan. Ada kemungkinan tersangka bertambah," ujarnya.

Kasat Reskrim Temanggung, AKP Dwi Haryadi, mengaku belum mengetahui motif pembakaran dua motor tersebut. Namun, kedua pelaku dan korban saling mengenal.

"Tersangka dan korban ini kenal. Hanya beda dusun dan satu kelurahan. Namun, untuk mengungkap kasus ini kami belum sempat kroscek ke korban lagi pasca-penangkapan ini," ujar Dwi.

Dalam melancarkan aksinya dua tersangka berbagi tugas untuk mengeksekusi membakar motor Suzuki Tornado berpelat nomor H 3807 MB dan Yamaha Crypton milik korban. Keduanya menaiki motor berboncengan dengan menuju lokasi target yang akan dibakar.

"Jadi Budi selalu eksekutor membakar motor, dan Eko bertugas membeli bensin," jelas Dwi.

Terungkapnya kasus pembakaran dua motor itu petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polres Temanggung, mendapati botol yang tertinggal di lokasi. Ada dugaan botol itu digunakan menyiram bensin ke motor.

Kedua tersangka diancam dengan Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, sehingga menimbulkan bahaya bagi barang maupun nyawa orang lain dan diancam dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini