19.246 Korban Longsor Sukajaya Masih Mengungsi, Wacana Bedol Desa Sedang Dikaji

Selasa, 14 Januari 2020 19:56 Reporter : Rasyid Ali
19.246 Korban Longsor Sukajaya Masih Mengungsi, Wacana Bedol Desa Sedang Dikaji Longsor di Sukajaya. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Tim Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor melansir, 19.246 jiwa masih mengungsi akibat bencana longsor dan banjir bandang hingga Selasa (14/1).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Yani Hassan mengungkapkan jumlah itu berkurang sebanyak 1.618 jiwa dari awalnya 20.844 jiwa.

Dari 19.246 jiwa tersebut, sebanyak 1.212 jiwa di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Nanggung 5.310 jiwa dan Kecamatan Sukajaya 12.724 jiwa.

"Pengungsi-pengungsi ini, tersebar di beberapa lokasi. Kebanyak yang keluar itu mereka memilih untuk kembali ke rumah saudara yang tidak terkena bencana," kata Yani di Cibinong, Selasa (14/1).

Hingga kini, telah terindentifikasi 4.360 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor pada Rabu (1/1).

Dari jumlah itu, terdapat 2.139 unit rumah rusak berat, 81 unit rumat rusak sedang dan 2.140 rumah rusak ringan. Sementara infrastruktur lainnya, terdapat 11 unit jembatan rusak berat dan 55 titik jalan terputus.

1 dari 2 halaman

Wacana Bedol Desa di Sukajaya

Pemerintah Kabupaten Bogor akan merelokasi warga terdampak bencana. Besar kemungkinan warga di Sukajaya, Cigudeg dan Nanggung harus meninggalkan tempat asalnya.

Namun, Bupati Bogor, Ade Yasin belum bisa memastikan kemana ribuan warga akan direlokasi. Pihaknya masih menunggu hasil pemantauan di lokasi yang belum lama ini mengalami longsor.

"Saat ini kita fokus dulu untuk membuka akses yang terputus akibat tertutup longsor. Karena itu kepentingan untuk memudahkan pasokan logistik. Setelah itu, baru kemudian kita bahas untuk relokasi warga," kata Ade Yasin.

Pihaknya masih menunggu hasil pemetaan dari Badan Geologi serta Badan Informasi Geospasial (BIG), kemudian merekomendasi lokasi yang aman untuk dihuni masyarakat.

"Kita lihat dulu, kalau hasil pemetaan merekomendasikan untuk relokasi ya kita akan relokasi. Walapun itu keluar dari wilayah tempat tinggal warga sebelumnya. Bisa ke lahan milik Perhutani yang tidak berbahaya dan tidak membahayakan masyarakat," kata dia.

Ade juga mengakui bahwa hampir di seluruh penjuru Sukajaya, merupakan lokasi rawan longsor. Menurutnya, lokasi-lokasi longsor saat ini akan dilakukan penghijauan dan warga akan dipindah.

"Kalau rumah sudah terkubur kan tidak bisa balik lagi. Itu akan kita tanami, kita lakukan penghijauan. Nanti dicari lokasi yang aman untuk relokasinya," kata dia.

2 dari 2 halaman

Kendala Relokasi Warga

Sementara itu, Kasubid Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Sumaryono menjelaskan mencari tempat relokasi yang aman, terutama di Sukajaya tidak mudah.

"Kendalanya, tidak semua tempat aman untuk relokasi. Karena Sukajaya memang rawan longsor dan agak sulit untuk mencari tempat yang ideal," paparnya.

Kata Sumaryono, salah satu penyebab banyaknya bencana pada Rabu (1/1) itu karena tingginya curah hujan yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu siang sangat ekstrem.

"Lokasinya memang rawan longsor, ditambah hujan ekstrem dengan kerapatan 301,6 milimeter. Itu menurut BMKG adalah curah hujan sebulan yang turun dalam sehari. Jadi yang hutan longsor dan bukan hutan juga longsor. Ini kejadian terbesar di Kabupaten Bogor," ujar dia.

Untuk melakukan pemetaan, pihaknya juga menunggu waktu untuk bisa menerbangkan pesawat tanpa awak (drone) di langit Sukajaya. Saat ini belum bisa dilakukan karena helikopter terus lalu lalang untuk mendistribusikan logistik.

"Kalau sudah aman, baru kita lakukan pemetaan. Sekarang kan sedang mendorong logistik dulu. Dan berbahaya kita pakai drone sementara helikopter masih terus lewat," tandas Sumaryono. [ray]

Baca juga:
Minim Bantuan Alat Berat, Pemulihan Pascabanjir di Perumahan Warga Sangat Lambat
Penyebab Tanah Longsor, Pencegahan dan Tanaman Pengendalinya
Peringatan BMKG: Tujuh Hari ke Depan Potensi Banjir Bandang dan Longsor di Sumsel
Pencarian Tiga Korban Longsor Sukajaya Bogor Dihentikan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tanah Longsor
  3. Banjir Bandang
  4. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini