1.826 orang Bekasi bercerai, mayoritas penyebabnya karena media sosial
Merdeka.com - Kasus perceraian di Kota Bekasi cukup tinggi. Data menunjukkan, sepanjang Januari hingga Oktober 2017, jumlah perceraian mencapai 1.826 kasus. Pemicunya pertengkaran dalam rumah tangga akibat media sosial.
"Mayoritas penyebab pertengkaran karena diduga bermula dari media sosial," kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Bekasi Masniarti kepada wartawan, Selasa (3/10).
Dia mencontohkan, pasangan suami-istri yang sudah asyik dengan gawainya, terutama memainkan media sosial, berujung lahirnya rasa saling curiga. Dari situ, mereka saling menuduh pasangannya menjalin hubungan dengan orang lain.
"Dari situ hubungan menjadi tidak harmonis dan sering ribut terus menerus, kemudian berujung pada gugatan cerai," ujarnya.
Menurutnya, kasus semacam itu umumnya terjadi pada pasangan muda yang dianggap belum siap membangun rumah tangga. Akibat perceraian itu, yang menjadi korban adalah sang buah hati. Karena harus terpisah dari kedua orang tuanya.
"Kalau pasangan muda dan belum siap menjalin rumah tangga, rata-rata masih egois," katanya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya