Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

12 Santri lompat dari asrama & masjid saat gempa 6,5 SR guncang Aceh

12 Santri lompat dari asrama & masjid saat gempa 6,5 SR guncang Aceh Pondok Pesantren rusak akibat gempa. ©2016 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Belasan santri nekat melompat dari lantai dua Pondok Pesantren Ma'hadal Ulum Diniyyah Islamiyah Mesjid Raya (Mudi Mesra) di Samalanga, Bireuen, Aceh, saat gempa melanda wilayah itu, Rabu (7/12) subuh. Mereka diduga trauma dengan bencana gempa dan tsunami 2004 sehingga bertindak nekat.

Para santri nekat melompat ke arah sawah. Ada yang lompat dari gedung asrama, ada pula yang melompat dari masjid.

"Mereka panik, mungkin trauma. Ada 12 orang yang melompat saat itu," kata Wakil Direktur II Dayah Mudi Mesra, H Sayed Mahyiddin, Kamis (8/12).

Dalam bencana ini, gedung rektorat Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aziziah, yang ada di Kompleks Pesantren Mudi Mesra, runtuh. Kubah masjid di dalam kompleks juga ambruk. Beberapa bagian bangunan asrama santri pun rusak dan retak.

Untungnya tidak ada korban jiwa di lokasi ini. Namun, 80 santri Pesantren Mudi Mesra luka-luka akibat gempa itu. Sementara 22 santri perempuan juga terluka.

Sebagian besar korban mengalami luka ringan seperti lecet dan terkilir. Mereka sudah diobati di RSUD Bireuen dan Puskesmas Samalanga.

Sementara 5 orang luka parah. Ada yang mengalami patah kaki dan terluka di pinggang. "Mereka masih dirawat di rumah sakit kabupaten," ujar Sayed.

Saat ini pihak pesantren masih menunggu bantuan alat berat untuk memindahkan dan membersihkan reruntuhan. Sayed mengatakan, permintaan bantuan alat berat ini telah disampaikan ke pemerintah daerah setempat.

Karena bangunan pesantren yang rusak dan retak, para santri diliburkan untuk sementara waktu. Proses belajar mengajar ditiadakan hingga kondisinya memungkinkan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP