Simak kisah 'kejam' kerja rodi di Indonesia

Kamis, 14 April 2016 13:00 Reporter : Dewi Ratna
Ilustrasi penyiksaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernahkah kamu mendengar tentang pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan? Pembangunan jalan raya ini menggunakan banyak sekali tenaga rakyat yang dilakukan dengan cara kerja rodi. Pelopor kerja rodi adalah Herman Willem Daendels. Lalu, bagaimana kisahnya?

Keinginan utama Daendels adalah agar masyarakat Indonesia mau bekerja untuk kepentingan Republik Bataaf. Herman Williem Daendels adalah seorang pemimpin laki-laki yang dipilih oleh Republik Bataaf untuk memerintah daerah Indonesia, terutama wilayah Jawa. Untuk mewujudkan keinginannya dan keinginan Republik Bataaf itu, dia membentuk beberapa langkah yang akan membawa pengaruh ke dalam bidang pertahanan, bidang keamanan dan juga administrasi.

Dalam hal bidang pertahanan dan keamanan, Daendels melakukan beberapa kegiatan untuk mencapai tujuannya, seperti membangun benteng-benteng pertahanan baru dan juga membangun pangkalan angkatan laut di daerah Ujungkulon dan Anyer. Namun, pembangunan pangkalan angkatan laut di daerah Ujungkulon ini nggak berhasil.

Selain itu, masih ada juga tindakan-tindakan Daendels yang lainnya seperti meningkatkan jumlah tentara, dan membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1100 km. Kegiatan ini mengubah image Daendels. Dulu, dia dikenal sebagai seorang pemuda yang memegang teguh semboyan revolusi Perancis, setelah semua itu terjadi, dia menjadi seorang pemuda yang kejam dan diktator.

Daendels menyuruh semua rakyat untuk melakukan kerja Rodi. Ketika pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan, banyak rakyat yang meninggal. Kenapa seperti itu? Kerja Rodi pembangunan rakyat di pangkalan UjungKulon membuat rakyat sulit mencapainya. Tempat pembuatan jalan tersebut penuh dengan nyamuk malaria sehingga nggak dikit rakyat Indonesia yang meninggal ketika pelaksanaan program itu.

Pada saat itu rakyat tentunya sangat menderita. Untuk menghargai jasa para pahlawan, kita harus bisa mempertahankan kemerdekaan kita. Selamat belajar. [iwe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini