Satu lagi potret miris pendidikan di dalam negeri. Sebanyak 200 siswa SDN dan SMPN III Kupang Barat terbengkalai akibat sekolah mereka disegel.Sekolah yang terletak di Desa Oematnunu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur disegel lantaran masalah sengketa lahan dengan sejumlah warga yang mengaku sebagai pemilik."Anak-anak tidak bisa mengikuti pelajaran sejak Kamis (12/1), karena sekolah mereka disegel oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kupang Imanuel Buan seperti diberitakan Antara, Jumat (13/1).Imanuel mengungkapkan pihaknya mengutus tiga pengawas ke lokasi guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Imanuel menjelaskan dirinya mendapatkan informasi dari Kepala Sekolah Agustinus Lepankari. Informasi yang diterima adanya penyegelan sekolah oleh sejumlah warga sejak Kamis (12/1)."Saya mendapat informasi tersebut dari Kepala Sekolah Agustinus Lepankari, dan langsung mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut," jelasnya."Anak-anak terpaksa diliburkan, karena kondisinya tidak memungkinkan," ungkapnya.Sementara itu, Tifus Buifena salah satu tokoh masyarakat yang juga pemilik lahan mengatakan latar belakang persoalan sampai pihaknya menyegel kedua gedung sekolah tersebut, karena kepala sekolah setempat memberhentikan salah seorang anak mereka yang berstatus sebagai pegawai tata usaha."Kami terpaksa menutup kedua sekolah tersebut, karena anak kami diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas," tuturnya.Sebelum sekolah tersebut dibangun pada tahun 1998, kata Titus, sudah ada perjanjian antara pemerintah daerah setempat dengan pemilik lahan untuk mempekerjakan anak mereka sebagai penjaga sekolah dan tata usaha.Namun dalam perjalanan, lanjut Titus, kepala sekolah di kedua sekolah tersebut mengeluarkan surat keputusan yang berisi pemecatan seorang tata usaha dan dua orang penjaga sekolah yang selama ini hanya dibayar Rp 150.000/bulan selama hampir 10 tahun.Atas dasar pemecatan tersebut, mereka pun langsung menyegel kedua sekolah tersebut dan menelantarkan 200-an siswa yang tengah menekuni proses belajar mengajar di SDN dan SMPN III Kupang Barat.
Sekolah disegel, 200 siswa di Kupang Barat terbengkalai
Sekolah disegel, 200 siswa di Kupang Barat terbengkalai. Latar belakang persoalan sampai pihaknya menyegel kedua gedung sekolah tersebut, karena kepala sekolah setempat memberhentikan salah seorang anak mereka yang berstatus sebagai pegawai tata usaha.
Rekomendasi