Keindahan aurora, fenomena alam di daerah kutub bumi
Merdeka.com - Apakah kamu pernah mendengar istilah aurora? Aurora mungkin bukanlah fenomena alam yang bisa kamu lihat di Indonesia. Namun jika suatu saat nanti kamu berkemah di dekat perbatasan Amerika Serikat dan Kanada atau tempat yang lebih jauh ke utara, kamu mungkin akan melihatnya pada malam hari. Dari jauh, aurora terlihat bersinar, bahkan seperti pita cahaya yang berpendar, menari-nari. Warna aurora ini bisa bermacam-macam, misalnya hijau, merah, biru atau kombinasi dari warna-warna itu.
Terus, apa sih sebenarnya aurora ini? Sebelum ditemukannya penjelasan ilmiah atas aurora, masyarakat tradisional punya kepercayaan masing-masing tentang aurora, di antaranya:
- Masyarakat Viking - aurora adalah refleksi dari perlengkapan senjata mitos Valkyrie (salah satu dewi yang dipercayai kaum Viking.
- Penduduk asli Eskimo di Greenland yang dekat Kanada - aurora adalah komunikasi antara orang mati
- Orang Indian Amerika - aurora adalah cahaya dari api unggun besar jauh di utara. Pada abad pertengahan, aurora menjadi pertanda perang atau bencana, seperti wabah.
Namun secara ilmiah, aurora adalah fenomena cahaya yang disebabkan oleh partikel berenergi tinggi dari angin surya matahari yang berinteraksi dengan medan magnet bumi. Wah, keren, kan? Aurora kadang terlihat mengerikan, tapi siapapun akan jatuh cinta juga pada fenomena luar biasa.
Karena memang aurora disebabkan oleh interaksi angin surya dengan medan magnet bumi, kamu dapat melihat fenomena ini paling sering di dekat kutub, utara maupun selatan. Di utara, mereka disebut aurora borealis, atau Cahaya Utara. Aurora adalah nama dewi romawi yaitu fajar, dan boreal berarti utara dalam bahasa Latin. Di belahan bumi selatan, aurora disebut aurora australis (bahasa Latin untuk selatan). (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya