Benarkah ada sosok alien yang hidup di luar planet Bumi?

Selasa, 19 April 2016 17:30 Reporter : Dewi Ratna
Benarkah ada sosok alien yang hidup di luar planet Bumi? Alam semesta. ©buzzfeed.com

Merdeka.com - Sejak dulu hingga sekarang dugaan tentang keberadaan makhluk hidup selain manusia di alam semesta memang selalu jadi perbincangan. Namun apa benar jika sosok makhluk lain yang kerap disebut alien itu nyata?

Berdasarkan pengamatan mahluk hidup di Bumi saja, ternyata kehidupan (umumnya bakteri) bisa bertahan di kondisi-kondisi ekstrem yang dulunya pernah dikira tidak mungkin bisa ditinggali. Contoh lingkungan ekstrem yang ternyata justru banyak makhluk hidup itu di dekat hydrothermal vent. Bahkan banyak spesies Archaea bakteria yang hidup di lingkungan yang tidak punya oksigen sama sekali dan bersuhu tinggi (sekitar 60-80 derajat Celcius) seperti di kolam-kolam air panas vulkanik.

Kalau syarat kehidupan itu adanya air dalam bentuk cair, punya material organik dan ada sumber energi yang bisa di manfaatkan, berarti airnya nggak perlu ada di permukaan? Di laut dalam di sekitar hydrothermal vent kehidupan bisa muncul. Sementara itu ilmu pengetahuan sebelum tahun 1970an, saat itu para ilmuwan menyangka nggak mungkin ada kehidupan di sana karena keadaan yang sangat beracun bagi sebagian besar mahluk hidup.

Tapi setelah tahun 70an, para ilmuwan baru tahu kalau dalam kondisi ekstrem vulkanik bawah laut bisa ada makhluk hidup. Di tempat lain di alam semesta kita ternyata ada tempat yang seperti itu. Bahkan letaknya 'nggak terlalu jauh' dari Bumi. Sebab keadaan yang mirip dengan hydrothermal vent itu juga ada di beberapa satelit yang ada di sistem tata surya kita.

Salah satu satelit yang diduga punya lautan di bawah lapisan es di permukaannya itu bulan Europa. Di bawah lapisan es Europa setebal 10-15 km, diduga punya laut yang dalam (sekitar 100 km). Keberadaan air dalam bentuk cair ini diduga diakibatkan oleh tidal heating yang artinya ada gesekan antara inti satelit dengan lapisan di atasnya. Gesekan ini muncul karena adanya perbedaan gerak memutar (rotasi) satelit dengan gerak satelit mengelilingi Jupiter. Panas yang dihasilkan oleh gesekan itu yang bikin es menjadi cair dan membentuk lautan yang luas. Di dasar laut bulan Europa ini hasil dari panas gesekan itu ada yang membentuk gunung api vulkanik, ada juga yang yang berbentuk hydrothermal vent. Pada tempat-tempat seperti itulah, diduga kehidupan di bulan Europa akan ditemukan.

Berdasarkan fakta yang kita ketahui sekarang tentang bulan Europa yang juga memiliki laut dan juga aktivitas vulkanik di dasar lautnya, bisa dibilang bahwa Europa memiliki kondisi yang memungkinkan untuk bakteria, dan makhluk-makhluk bersel satu bisa muncul. Jika organisme bersel satu bisa hidup, bisa saja organisme-organisme tersebut dapat mengubah keadaan laut di satelit Europa untuk bisa menyokong kehidupan yang lebih kompleks, seperti yang terjadi di Bumi ini.

Sampai dengan saat ini, NASA sudah menargetkan tahun 2020 akan mengirim wahana yang bisa menjelajah di lautan Europa sana. Jadi, mungkin saja dalam waktu kurang lebih 4 tahun lagi, kita akan menemukan kehidupan pertama di luar planet Bumi. Kalau ternyata di Europa ada kehidupan, berarti kemungkinan besar di tempat-tempat yang mirip seperti itu seperti satelit Ganymade, Enceladus, dan tempat-tempat lainmya yang mirip juga mengandung kehidupan. Mungkin saja kehidupan, apalagi kehidupan tingkat rendah (bersel satu), tidaklah langka di alam semesta ini.

[iwe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini