Apa aja kegiatan ekonomi dan sastra di zaman Hayam Wuruk?
Merdeka.com - Mungkin nama kerajaan Majapahit sudah sering kamu dengar. Kalau kamu mendengar tentang nama Raja Hayam Wuruk, mungkin kamu sering mengaitkannya kepada nama Gajah Mada dan Kerajaan Majapahit. Raja Hayam Wuruk memang raja yang paling terkenal dari kerajaan Majapahit. Nggak kalah terkenal, Gajah Mada patihnya juga sangat terkenal. Apalagi sejak Gajah Mada mengucapkan Sumpah palapanya. Namun sekarang kita bakal bahas kehidupan sosial ekonomi di bawah pemerintahan Hayam Wuruk.
Dibawah masa pemerintahan Hayam Wuruk, rakyat hidup dengan aman dan tentram. Itu semua karena keamanan dan kemakmuran rakyat sangat penting sehingga selalu diutamakan. Hal ini tentunya mendukung kegiatan keamanan dan perekonomian, apalagi perdagangan. Seperti sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas yang menjadi sarana transportaisi. Beberapa pelabuhan penting yang ada waktu zaman Majapahit ada di Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban. Waktu itu banyak juga pedagang dari Cina, India, dan Siam.
Kegiatan pertanian juga dikembangkan di bawah kekuasaan Majapahit ini. Sawah dan ladang dikerjakan secara bergiliran supaya tanah tetap subur dan nggak kehabisan lahan pertanian. Selain itu, tanggul-tanggul sepanjang sungai diperbaiki supaya nggak banjir. Nggak cuma di bidang perdagangan saja, bidang sastra juga mengalami kemajuan. Karya sastra yang paling terkenal adalah Kitab Negarakertagama. Kitab ini ditulis oleh Empu prapanca tahun 1365 Masehi. Kitab Negarakertagama juga menjadi sumber sejarah Majapahit. Kitab lain yang juga penting adalah kitab Sutasoma. Kitab ini disusun oleh Empu Tantular. Di buku itulah ada kata-kata Bhineka Tunggal Ika yang jadi semboyan negara Indonesia.
Sekarang kamu sudah tahu tentang kegiatan ekonomi dan kemajuan sastra yang terjadi di masa Hayam Wuruk. Menarik bukan? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya