Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tips Membedakan Pelek Orisinal dengan Pelek Replika dan TW

Tips Membedakan Pelek Orisinal dengan Pelek Replika dan TW beda pelek ori, replika, dan TW. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi pecinta otomotif, modifikasi adalah satu hal yang biasa dilakukan guna “mempercantik” tampilan mobil baik sisi eksterior maupun interior. Salah satu komponen yang menunjang tampilan mobil dari sisi eksterior adalah pelek.

Ada beberapa pilihan pelek yang beredar di pasaran, yaitu pelek orisinal yang biasa disebut "pelek ori", pelek replika, dan pelek TW. Biasanya untuk menghemat biaya, pelek model replika atau TW paling banyak diburu para modifikator.

Lalu apa beda pelek ori dengan replika atau TW?

Pelek replika merupakan pelek yang diproduksi semirip mungkin dengan pelek aslinya. Mulai dari model, logo, hingga nama pelek itu sendiri. Sementara pelek TW sendiri adalah penyebutan lain dari pelek replika. Artinya sama, yaitu pelek yang diduplikasi. Kata TW merupakan singkatan dari Taiwan, negara tempat pembuatan pelek replika.

Pelek orisinal sendiri adalah pelek yang dari sisi desain, nama, dan logo dibuat oleh merek itu sendiri. Tidak ada unsur duplikasi karena hasil desain dan produksi tim internal masing-masing. Build quality-nya juga lebih terjamin.

Hendra Wijaya, Direktur Marketing HSR Wheel, menjelaskan komponen yang menyangkut keamanan berkendara sebaiknya jangan diganti asal-asalan. Meski setelah itu mobil akan tampil keren, tetap saja percuma jika mengorbankan sisi keamanan. Bahkan hal tersebut akan membuat kerugian yang lebih besar untuk ke depannya.

“Pelek itu salah satu komponen yang menunjang keamanan dan keselamatan penumpang di dalam mobil. Maka itu, proses pembuatan pelek tidak bisa dilakukan sembarangan, semuanya harus diperhitungkan secara matang,” kata Hendra Wijaya dalam keterangannya, Senin (12/7).

Menurutnya, sebaiknya hindari penggunaan pelek replika yang berisiko. Walaupun aman di kantong, belum tentu aman buat diajak nyelonong. Apalagi untuk penggunaan harian tetap berhati-hati.

hsr wheel buka 14 outlet baru di pulau jawa©2021 Merdeka.com

Di Tanah Air, fenomena pelek replika memang sudah ramai diperbincangkan beberapa tahun ke belakang. Penggunanya cukup banyak dan memang tidak ada larangan untuk menggunakannya. Namun, keselamatan berkendara tetap harus diprioritaskan, sebab ini bukan untuk keselamatan diri sendiri saja, melainkan pengguna jalan lainnya.

Ada 2 faktor yang menjadi pembeda antara pelek replika dan orisinal terutama dari sisi harga dan kualitas.

“Pelek replika biasanya memiliki harga lebih murah dibandingkan pelek orisinal. Pelek orisinal harganya pasti lebih tinggi karena melibatkan banyak proses. Mulai dari proses konsep desain, riset bahan, pengujian kekuatan, hingga proses produksi. Tahap-tahap ini sangat memakan waktu dan biaya. Sedangkan, replika hanya menduplikasi desain pelek orisinal dan diproduksi kembali dengan metode casting agar menekan harganya jadi lebih murah,” jelas Hendra.

Faktor kedua adalah sisi kualitas. Demi menekan biaya, biasanya pelek replika cenderung kompromi di bahan, metode produksi, quality control, dan finishing yang kurang rapi dibandingkan pelek orisinal.

Sejatinya tiada larangan untuk penggunaan pelek TW atau replika, karena diserahkan kepada masing-masing pengguna. Namun, untuk menjaga keamanan pada saat berkendara adalah kewajiban setiap pengguna jalan. Jadi, kalau ada yang orisinal dan berkualitas dengan standar SNI, JWL, dan VIA seperti HSR Original, tentu lebih baik menggunakan orisinal bukan?

Sebagai merek pelek mobil asli Indonesia, HSR memiliki desain ori yang disebut sebagai HSR Original. HSR Originalmerupakan bagian dari HSR Wheel, yang dikhususkan membuat desain-desain orisinal HSR. Saat ini HSR Original memiliki beberapa series pelek dengan desain asli yang dibuat dan diimplementasikan oleh tim R&D HSR Wheel.

HSR Original kita terbagi beberapa series, mulai dari Myth Series, NX Series, Boroko Series, Invation Series, RAI-S Series, dan segera keluar FE Series. Beberapa diproduksi dengan metode casting dan beberapa lagi metode forging. Dari segi harga, tentu jenis casting memiliki harga lebih murah dibanding forging. Karena proses pembuatannya sudah berbeda.

“HSR Kailolo dari NX Series, HSR Myth 05 dari Myth Series, dan HSR Gymkana dari Boroko Series adalah pelek orisinal yang sedang banyak permintaan. Dengan manufacturing capability berkualitas, tentu masyarakat akan mendapat kepuasan yang sesuai dengan harapannya,” pungkas Hendra.

Donasi Sosial HSR untuk Indonesia

Untuk mendukung pemerintah menekan penularan Covid-19 dan membantu pihak-pihak terkait, HSR Wheel melalui lembaga kitabisa.com membuat program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan tema “HSR untuk Indonesia”.

Kampanye ini adalah kali kedua. Jadi, setiap orang yang melakukan donasi dengan kelipatan Rp 100 ribu, akan mendapat satu buah tiket emas yang akan diundi untuk mendapatkan satu set pelek HSR Wheel. Donasi ini akan berlangsung sejak 10 Juli 2021 hingga 18 September.

HSR Wheel menyediakan 10 set pelek dan banyak merchandise untuk donasi kali ini, pelek dan merchandise tersebut akan dibagikan dengan cara diundi. Semakin besar donasi, maka semakin banyak tiket emas yang dikoleksi. Semakin banyak tiket emas yang dikoleksi, tentu semakin besar kesempatan untuk mendapatkan satu set pelek HSR secara gratis.

(mdk/sya)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP