Menyebut nama Rifat, rasanya tidak asing lagi jika kita mengenal dunia balap reli, dan ajang otomotif yang juga kembali menjadi tren belakangan ini, yakni drifting.
Belasan tahun sudah pemilik nama lengkap Rifat Helmy Sungkar ini bercokol di dunia motorsport tersebut. Pengalaman diakuinya menjadi guru penting dalam meraih prestasi demi prestasi. Namun penunggang Mitsubishi Lancer Evolution X Group N-spec tersebut juga memandang bahwa berlatih menjadi pebalap juga membutuhkan penuntun.
"Di bidang apa pun, latihan adalah modal utama, practice makes perfect. Tetapi, berlatih juga perlu tuntunan. Jangan malu bertanya dengan orang yang sudah punya pengalaman. Kita bisa menilai kalau rekor seorang pembalap kurang baik, misalnya sering nabrak, jarang selesai, dan lainnya. Kita tetap dapat belajar dari mereka, ambil yang positifnya," ucap pebalap yang kala drifting menggunakan mobil legendaris AE86 Drift bermesin 1.800 cc.
Dalam membalap, pelatihan khusus seperti sekolah balap atau coaching clinic ibarat langkah yang menyempurnakan. "Memang akan lebih baik lagi kalau bisa mengikuti pelatihan khusus seperti sekolah balap atau coaching clinic. Karena di sana kita bukan cuma belajar mengenai cara nyetir yang benar, tetapi juga attitude yang benar," ungkapnya.
Bagi pria yang juga mengendarai Mitsubishi Lancer Evolution IX Group N Rally Car ini. Attitude dalam membalap dibutuhkan karena dalam pandangannya, dasar yang baik adalah sesuatu untuk memulai segalanya.
"Attitude itu penting, karena merupakan senjata yang paling kuat dalam berkompetisi. Kalau kita punya attitude yang jelek, sebelum start kita bisa dijatuhkan oleh lawan, dan berpengaruh ke mentalitas. Satu pesan saya, cari informasi selengkapnya dan selalu mulai dari dasar. Penguasaan dasar yang baik itu penting. Jangan sampai belum bisa nulis alphabet tapi sudah mau nulis novel," kelakarnya.
(kpl/why/abe)