Pabrik Ban Gajah Tunggal bangun Taman Diponegoro di Jakarta
Merdeka.com - PT Gajah Tunggal Tbk yang dikenal sebagai pabrik ban terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara konsisten melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) bidang lingkungan hidup. Setelah membuat ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Kembangan, Jakarta Barat, pada tahun lalu, kini pabrikan ban kendaraan bermotor ini membangun ruang terbuka hijau alias Taman Diponegoro-Gajah Tunggal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, kemarin (20/10), Taman Diponegoro-Gajah Tunggal menghabiskan biaya Rp 1-5-1,6 miliar. Sementara waktu pengerjaannya 2,5 bulan sejak pertengahan Juli lalu di aset lahan milik pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Budhi Santoso Tanasaleh, Presiden Direktur Gajah Tunggal, mengatakan melihat tren masyarakat Indonesia yang makin menyenangi gaya hidup yang sehat, maka perseroan ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Taman ini terletak persis di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Seluas kurang lebih 2.000 meter persegi, taman ini menyediakan sarana berolah raga bagi segala umur untuk jogging, senam, dan tempat bermain anak.
"Beberapa materi di Taman Diponegoro dibuat dari daur ulang, seperti tempat duduk yang dibuat dari ban bekas," ujar Budhi, kemarin.
Catharina Widjaja, Direktur Corporate Communication & Investor Relation Gajah Tunggal, berharap dengan adanya fasilitas Taman Diponegoro-Gajah Tunggal, tidak hanya warga sekitar yang dapat menikmati taman ini. Namun, juga masyarakat lain juga dapat merasakan manfaat fasilitas yang tersedia.
"Pembangunan Taman Terbuka Hijau ini sejalan dengan misi CSR Gajah Tunggal terutama dalam lingkungan hidup demi mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG)," ucapnya.
General Manager Sales & Retail Gajah Tunggal Arijanto Notorahardjo menambahkan, yang menarik beberapa fasilitas taman ini menggunakan ban daur ulang, seperti untuk tempat duduk, tempat sampah, dan lain-lain. Ini menjadi penting, karena ban termasuk produk yang sulit diurai oleh bumi.
Untuk mengatasi problem ini, sejak 2015, perseroan produksi produk-produk yang memanfaatkan ban, seperti tempat duduk, tempat sampah, keset, dan lain-lain.
"Selain itu, perseroan juga mengunakan bahan kimia yang ramah lingkungan dalam memproduksi ban, yakni non-aromatic oil. Bahan ini tidak sebabkan polusi. Paling tidak kami berkontribusi mengurangi polusi," ucapnya. Dalam setahun, Gajah Tunggal memiliki kapasitas produksi ban 16,5 juta ban kendaraan penumpang. (mdk/ega)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya