Daihatsu: Dua Faktor Ini Bikin Pasar Otomotif Indonesia Tetap Tumbuh Pascapandemi

Rabu, 9 Februari 2022 14:33 Reporter : Syakur Usman
Daihatsu: Dua Faktor Ini Bikin Pasar Otomotif Indonesia Tetap Tumbuh Pascapandemi All New Daihatsu Xenia di GIIAS 2021. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasar otomotif Indonesia masih menjanjikan pascapandemi. Pada tahun lalu pasar tumbuh sekitar 50 persen menjadi 800.000 unit, setelah terpuruk pada 2000 akibat terdampak pandemi Covid-19.

Pertumbuhan pasar itu akibat kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dari pemerintah sebesar 0 persen sejak Maret-Desember 2021. Tanpa relaksasi itu, sulit dicapai pertumbuhan itu.

Hal ini disampaikan Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dalam acara Indonesia Industry Outlook (IIO) oleh Inventure-Alvara-Ivosight, Rabu (9/2).

Menurut Amelia, jika dibandingan negara-negara maju di Asia dan Eropa, kepemilikian mobil di Indonesia terbilang masih kecil. Meski transportasi publik di Indonesia hari ini semakin membaik, kebutuhan mobil pasti akan tetap ada.

Dia membandingkan Indonesia dengan Jepang. Di Jepang, transportasi publik berkembang sangat luar biasa. Namun, permintaan pasar untuk otomotif (khususnya mobil) masih tinggi.

“Artinya angkutan umum bukan jadi halangan industri otomotif berkembang," tegasnya.

Lebih lanjut, kata Amel, selain relaksasi (PPnBM), ada dua faktor penting yang membuat industri otomotif tumbuh dan berkembang pesat. Yakni kemampuan daya beli masyarakat dan kesehatan industri leasing/pembiayaan.

Sementara hasil riset Inventure -Alvara menyebutkan, mayoritas responden (70,6 persen) tidak mau membeli mobil 6 bulan ke depan, jika kebijakan PPnBM dihapuskan.

Kemudian sebanyak 61,8 persen responden mengatakan sebaliknya, yaitu lebih tertarik menggunakan transportasi umum dibanding menggunakan mobil pribadi. Terutama dengan semakin bagusnya fasilitas bus antarkota dibarengi dengan menurunnya kasus Covid-19.

2 dari 2 halaman

Leasing yang Sehat

booth toyota di giias 2021
©2021 Merdeka.com

Menurutnya, kemampuan dan daya beli masyarakat ini berkaitan dengan pendapatan/income. Salah satu yang mendongkrak daya beli masyarakat adalah investasi pemerintah di sektor infrastruktur.

“Lebih related dan direct adalah daya beli termasuk meningkatnya pendapatan per kapita nasional/GDP," ucapnya.

Kemudian faktor lain pendukung industri otomotif nasional adalah leasing yang sehat. Pasalnya, sekitar 80 persen pembiayaan otomotif berasal dari kredit, terutama di daerah. Maka itu, leasing harus bisa memfasilitasi skema bunga yang menarik.

Leasing yang sehat, bunganya harus terjangkau. Jika industri leasing berkembang dengan baik, industri otomotif berkembang dengan baik.

Pada Januari tahun ini, penjualan mobil sekitar 80.000 unit, tumbuh dobel dari Januari 2021 yang tercatat 54.000 unit.

“Tahun ini ada relaksasi (pajak), tapi jumlahnya lebih kecil. Harga mobil di bawah Rp 200 juta akan mendapat 0 persen hingga Maret. Insentif ini diberikan secara adil untuk semua merek,” pungkas Amel. 

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini