Panitia janjikan upacara pembukaan Asian Para Games berlangsung meriah

Rabu, 5 September 2018 08:41 Reporter : Arie Sunaryo
M Fadli dan Sufyan Sauri raih perunggi ASEAN Para Games. ©handout/APG Indonesia

Merdeka.com - Ketua Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari menjanjikan upacara pembukaan dan penutupan Asian Para Games 2018 tidak akan kalah meriah dibandingkan dengan Asian Games lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Raja Sapta dalam acara Media Gathering, Indonesia 2018 Asian Para Games, di Best Western Hotel Solo Baru, Selasa (4/9).

Raja Sapta mengatakan, meskipun menggunakan konsep yang berbeda, namun euforia keberhasilan Asian Games akan dipertahankan. Jika Asian Games konsepnya dikemas dalam konser musik, maka Asian Para Games konsepnya Asian dan dalam bentuk gelaran besar yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

"Untuk Asian Para Games konsepnya Asian dan dalam bentuk gelaran besar dan lebih menjunjung tinggi kemanusiaan," jelasnya.

Meskipun Asian Para Games secara resmi baru akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober, lanjut Raja Sapta, rangkaian acaranya akan dimulai pada Rabu (5/9). Yakni pengambilan api abadi dari Mrapen, Grobogan. Api yang dimasukkan lentera tersebut akan dibawa ke Solo dan diteruskan dengan torch relay yang akan berakhir pada tanggal 30 September 2018.

"Ini sejarah besar bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Para Games," ungkapnya.

Lebih lanjut Raja Sapta mengatakan, dalam Asian Para Games tersebut, pihaknya berharap tiga sukses. Yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses legacy. Untuk sukses legacy, ada dua yakni legacy dalam bentuk fisik atau nyata yakni obor api Asian Para Games dan legacy kemanusiaan.

"Kegiatan ini kita harapkan menjadi awal perubahan bagi Indonesia untuk lebih ramah terhadap disabilitas," katanya.

Terkait tiket, Raja Sapta mengemukakan, akan dibagi dalam empat bagian. Yakni pembukaan dan penutupan acara, masuk ke venue serta final. Sedangkan untuk penonton difabel akan di gratisan.

"Asian Para Games ini momentum yang bagus, untuk penonton difabel kita gratiskan mereka masuk ke venue," jelasnya lagi.

PIC (Person in Charge) Torch Relay Parade, Ageng Nugroho menambahkan,
obor Asian Para Games kali ini Istimewa. Selain terdapat motif batik parang yang menjadi ciri khas Indonesia, juga ada huruf braile dan tiga cincin yang menjadi simbol citius, altius, fortius atau tercepat, tertinggi, terkuat. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini