Kerap Dicap Negatif, Esport Tak Sekedar Main Game

Sabtu, 7 September 2019 13:48 Reporter : Bagus Suryadinata
Kerap Dicap Negatif, Esport Tak Sekedar Main Game SImposium Esport. ©2019 Merdeka.com/Bagus Suryadinata

Merdeka.com - Bicara Esport masih banyak kalangan menilai hanya kegiatan bermain game semata. Bahkan Esport dinilai jaih dari nilai olahraga.

Melihat polemik Esport berkepanjangan, Kemenpora melalui Deputi III Pembicaraan Olahraga menggelar Simposium bertajuk ‘Interpretasi Esport dalam Wacana Keolahragaan. Kegiatan tak lepas dari rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kalimantan Selatan.

"Semua harus ada aturannya. Esport sudah menjadi olahraga prestasi. Maka itu lewat forum ini, harus ada standar kompetisi dan standar pembinaan. Tugas pemerintah hanya menggerakkan saja, tergantung hasil di simposium ini," ujar Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta.

Hadir dalam kegiatan ini pula, atlet Esport Indonesia, Richard Permana. Dia memang tidak membantah ada dampak negatif dari Esport., tapi dia mengatakan masih banyak sisi positif yang bisa diambil dari kegiatan Esport.

"Bagi saya Esport itu memang bikin candu. Tapi dalam hal ini Esport membuat saya candu belajar, belajar dari gamer yang lebih hebat ketimbang saya," kata Richard.

Richard juga membantah orang yang memainkan Esport cenderung menjadi agresif. Atlet yang pernah juara di Counter Striker Global Offensive (CSGO) ini mengatakan itu hanya terjadi pada segelintir orang saja.

"Agresif? Saya sudah main Esport selama 19 tahun dan kebanyakan game tembak-tembakan, tapi selama ini saya tidak agresif. Bahkan saya juga tak mau agresif saat berinteraksi di media sosial," ujarnya. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Kemenpora
  2. Banjarmasin
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini