Wawancara Eksklusif Merdeka.com dengan Presdir Honda Indonesia

Selasa, 10 Oktober 2017 14:43 Reporter : Syakur Usman
Takehiro Watanabe. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Takehiro Watanabe menjadi Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM) sejak 1 April lalu. Dia menggantikan Tomoki Uchida, yang sukses melambungkan penjualan Honda di pasar mobil Indonesia periode 2011-April 2017. Di kurun waktu tersebut, volume penjualan Honda meroket dari 45.416 unit di 2011 menjadi 199.364 pada tahun lalu.

Kenaikan penjualan itu kontan mendongkrak pangsa pasarnya menjadi 19 persen dari hanya 5 persen dalam tempo enam tahun. Penjualan Honda Indonesia melejit, berkat strategi menghadirkan model volume maker, seperti Honda Brio dan Brio Satya, Mobilio, HR-V, dan BR-V.

Baru lima bulan memimpin Honda Indonesia, Watanabe-san sudah banyak membawa model baru ke pasar Indonesia. Menariknya, kebanyakan mengusung mesin turbo, seperti All New CR-V di April, All New Civic Hatchback Turbo (Juni), dan yang fenomenal mobil sport Civic Type R bersamaa dengan pameran GIIAS Agustus lalu.

Kini, tampak nuansa berbeda di Honda di tangan Watanabe-san, yang 26 tahun karir otomotifnya dihabiskan di Honda Amerika Serikat dan Meksiko. Bagaimana pandangannya terhadap pasar otomotif Indonesia setelah lima bulan memimpin Honda Indonesia, apa saja fokus dan targetnya, Watanabe-san bersedia membaginya kepada M Syakur Usman dari Merdeka.com, di sela-sela test drive All New CR-V di Bromo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:


Bagaimana pandangan Anda terhadap pasar otomotif Indonesia?

Pasar otomotif Indonesia tahun ini lebih lemah atau kurang lebih sama dari tahun lalu. Indikasinya keyakinan konsumen tidak begitu tinggi. Jadi pasar tahun ini lebih keras. Maka itu, Honda coba menjaga pencapaian penjualan seperti tahun lalu atau naik sedikit. Itu target kami.

(Pada tahun ini penjualan Honda ditargetkan naik menjadi 210 ribu uit, dari 199.364 unit pada tahun lalu, dengan pangsa pasar 20 persen. Per Agustus lalu, penjualan Honda mendekati 124 ribu unit dengan pangsa pasar 17,3 persen. Dengan pangsa pasar itu, Honda berada di posisi ketiga di pasar Indonesia, setelah Toyota 36 persen dan Daihatsu 17,4 persen. Namun, lebih unggul dari Suzuki yang memiliki pangsa 10,06 persen dan Mitsubishi 9,87 persen).

Namun, di masa mendatang pasar otomotif Indonesia potensi bagus, meski banyak hal tidak pasti, termasuk pilkada serentak pada tahun depan dan pemilihan presiden pada 2019. Secara jangka panjang, ekonomi Indonesia juga akan tumbuh besar, tapi tidak sebesar yang dialami China dalam 10 tahun terakhir. Karena Indonesia sangat beragam dan berbeda dari China, seperti Indonesia banyak pulau. Namun, potensi besar dari sisi populasi dan orangnya.

Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5 persen. Secara jangka panjang, itu bagus. Saya mengharapkan bisa tumbuh lebih besar dari 5 persen, yakni 7 persen. Jika situasi politik stabil, potensi pertumbuhan Indoneia bisa lebih besar dan cepat dari prediksi. Kepedulian saya adalah situasi politik di Indonesia.

Apa fokus Anda selama memimpin Honda Indonesia?

Honda selalu mencatat penjualan double dan triple selama 5 tahun terakhir. Karena kami tumbuh sangat cepat, maka banyak yang berubah dalam operasional dan efesiensi. Kami banyak melakukan improvement di operasi. Inilah yang kami lakukan ke depan. Terobosan lebih banyak dalam bisnis mobil lewat operasional penjualan, manufaktur, dan lain-lain.

Intinya?

Saya ingin ada improvisasi kualitas operasional Honda Indonesia, seperti bagaimana cara membuat profit, kualitas melayani konsumem, dan sebagainya. Itu lebih penting daripada penjualan kami naik dan naik. Itu juga penting sih, tapi kami ingin konsumen Honda bahagia. Itu fokus dan prioritas saya; kualitas terhadap kerja, produk, dan layanan konsumen.

Apa target Anda secara jangka panjang?

Dalam lima tahun mendatang, kami ingin bisnis Honda meningkat di Indonesia. Pangsa pasar kami naik di level 20 persen sekaligus menjaga kehadiran kami di pasar. Untuk itu, kami kontinu investasi bisnis di Indonesia (pada tahun lalu, Honda meraih pangsa pasar 19,7 persen dengan volume penjualan 136.058 unit).

Apakah Anda membawa leadership gaya Honda Amerika ke Honda Indonesia?

Pasar otomotif Amerika Serikat sangat berbeda dengan pasar Indonesia, sehingga cara kami menjalani bisnis di Amerika Serikat juga berbeda. Saya belajar Indonesia. Jadi saya tidak membawa cara Amerika di sini, karena sangat berbeda.

Saya sedang mencari Indonesia way. Yang saya lihat, orang Indonesia sangat jujur. Mereka juga punya taste dan senang melakukan modifikasi terhadap banyak barang. Mereka ingin unik dalam banyak cara dan barang, tidak hanya mobil. Saya masih belajar hingga kini terhadap budaya Indonesia. Belajar setiap hari.

Bagaimana cara Anda belajar?

Dasarnya berkomunikasi dengan banyak orang Indonesia. Kemudian mengunjungi diler-diler, bertemu banyak orang, berbicara dengan mereka di toko atau butik. Semuanya menarik.

Saat mengunjungi diler Honda di seluruh Indonesia, saya bertemu manajemen. Mungkin suatu waktu saya perlu melakukan penyamaran ke diler, sehingga bisa mengetahui proses layanan kepada konsumen Honda dengan jujur ha..ha.... (per Agustus tahun ini, Honda meresmikan tujuh diler baru, sehingga total memiliki 186 diler di seluruh Indonesia).

Sejak memimpin Honda Indonesia, Anda banyak membawa model mobil mesin turbo. Apa alasannya?

Sejak April lalu, Honda memasarkan tiga mobil mesin turbo lewat model CR-V, Civic Hatchback, dan Civic Type R (total ada empat dengan sedan Civic Turbo yang dipasarkan tahun lalu.

Kami percaya mesin lebih kecil menjadi tren global, karena faktor regulasi lingkungan yang semakin ketat, seperti di Eropa dan Amerika Serikat.

Kami berpikir mesin kecil sangat bersahabat dengan lingkungan. Tentu mesin kecil tetap butuh tenaga besar, maka itu perlu turbo untuk meningatkan tenaganya. Kemudian benefit mesin kecil juga banyak. Mobil menjadi lebih ringan, sehingga konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih hemat. Semua efisiensi mobil mesin kecil itu lebih baik.

Mobil mesin turbo juga merupakan global tren, karena dilakukan oleh manufaktur lain seperti VW di Eropa dan Ford di Amerika Serikat. Honda juga mempunyai pusat R&D global, seperti mempunyai pabrik mesin 1,5 turbo di Thailand dan Malaysia. Honda berpikir ini bagus untuk lingkungan dan efisiensi bahan bakar. Dan juga dari sisi perpajakan di Indonesia, karena kapasitas mesin kecil, maka pajaknya lebih rendah di Indonesia.

Apa tantangannya Anda memasarkan mobil mesin turbo di Indonesia?

Orang Indonesia tidak familiar dengan mesin kecil turbo, sehingga Honda perintis di pasar otomotif Indonesia. Kami akan melakukan terus-menerus, menyampaikan pesan kepada orang Indonesia lewat media.

Namun, saya kira masyarakat menerimanya dengan baik, karena tenaga mesinnya tidak berkurang. Bahkan tenaganya sama, tapi dengan kapasitas mesin lebih kecil. Jadi tidak ada negatifnya.

Honda Indonesia telah membuktikan kepada konsumen Indonesia bahwa menerima mesin kecil lebih baik. Kami yakin memberikan benefit kepada konsumen dan masyarakat Indonesia dari sisi lingkungan.

(Berikut hasil penjualan mobil Honda bermesin turbo per Agustus lalu: CR-V mencapai 11.354 unit -model turbo dipasarkan mulai April; Civic terjual 1.134 unit -versi sedan turbo dijual April 2016 dan Hatchback turbo Juni 2017). [ian]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.