Sejoli Pembunuh Demi Modal Nikah

Jumat, 31 Juli 2020 11:09 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Sejoli Pembunuh Demi Modal Nikah Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Sepasang kekasih di Pekalongan benar-benar dimabuk cinta. Keduanya masih usia belia. Kebelet nikah. Niat mereka sebenarnya baik. Sayang modal tak punya. Cara keji pun dilakukan. Mereka membunuh seorang kawan demi nikah dan foya-foya.

Malam dingin di Pekalongan. NK, pria berusia 17 tahun menemui kekasihnya, S. Keduanya hanya terpaut umur setahun. S lebih muda. Dalam tiap pertemuan mereka kerap bermimpi suatu hari menjadi seorang suami istri. Menghabiskan waktu bersama hingga maut memisahkan. Indah khayalan mereka.

Apa daya NK hanya pemuda pengangguran. Pendapatannya belum jelas. Cap berandalan dan kerap berdandan ala anak Punk, memang jalan yang dia pilih. Hingga suatu hari NK merasa resah. S mendesak sang kekasih untuk segera menikahinya.

Bingung tak punya modal, muncul niat jahat. NK dan S kemudian merencanakan perampasan kendaraan seorang teman demi modal nikah. Cara keji pun ditempuh. Sejoli itu merancang semua strategi.

Korban diincar adalah Arya Reza, siswa SMK berusia 15 tahun. Sosok Arya memang mengenal NK. Keduanya kemudian janjian bertemu. Nongkrong bareng. Arya pun berangkat menuju bantaran sungai Kalibanger, Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan.

NK sebelumnya habis menenggak minuman keras ciu. Tubuhnya agak sedikit mabuk. Bertemu Arya di lokasi janjian, NK sempat izin untuk buang air besar. Setelah beres, dia kembali. Duduk di samping Arya lalu merangkul. Dengan cepat, pisau yang telah disiapkan menusuk tubuh korban.

S ternyata juga di lokasi. Saat pembunuhan, perempuan itu membantu sang kekasih menghabisi nyawa korbannya.

NK benar-benar sudah dibutakan napsu. Korbannya tak lagi bisa melawan. Keinginan untuk memiliki motor Arya demi modal nikah begitu kuat. Apalagi ada sosok kekasih di depannya.

Menggunakan pisau dapur sepanjang 15 cm, NK berkali-kali menusuk ke leher korbannya. Kemudian mengarah ke perut dan telapak tangan. Malam itu Arya tewas dengan 11 luka tusuk. Sejoli dimabuk cinta itu kabur membawa motor korban.

Pada Kamis, 16 Juli 2020, mayat Arya ditemukan seorang warga. Informasi itu bikin geger warga Pekalongan, Jawa Tengah. Saat ditemukan, mayat Arya dalam posisi kondisi telungkup, menggunakan kaus putih dan celana pendek. Penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke polisi.

Serangkaian penyelidikan dan penyidikan dilakukan Polres Pekalongan Kota. Tidak butuh waktu lama, NK diamankan sehari setelah penemuan jasad Arya. Pelaku diamankan di kompleks Stadion Hoegeng saat bersama kekasihnya.

"Motif pelaku ingin menguasai sepeda motor korbannya," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez saat itu.

Tanpa perlawanan NK diboyong kepolisian. Dalam pengakuannya, dia membunuh korban karena ingin menguasai sepeda motor untuk dijual. Hasil penjualan rencananya dipakai untuk modal menikahi kekasihnya.

"Uangnya untuk senang-senang juga untuk menikah," ujar NK saat dihadirkan kepolisian.

Pemeriksaan terhadap pelaku masih didalami. Sampai pada kesimpulan bahwa kekasihnya juga terlibat. S kemudian ikut diamankan. Dianggap sebagai otak pelaku pembunuhan berencana.

Gadis belia tersebut berperan mengarahkan kekasihnya agar mengeksekusi korbannya. Awalnya Arya sempat akan dibunuh sekitar Stadion Hoegeng. Selain itu, S juga membantu memegangi tubuh korban ketika kekasihnya sedang menusukkan pisau ke tubuh Arya.

"Jadi S sudah kami tetapkan tersangka," kata Kasat Reskrim AKP Ahmad Sugeng.

1 dari 1 halaman

Dua Kali Membunuh

Ramai terungkap pembunuhan terhadap Arya, memantik memori terkait penemuan mayat sekitar Stadion Hoegeng. Tiga bulan sebelumnya ditemukan mayat tanpa identitas dalam kondisi luka cukup parah.

Korban belakangan diketahui bernama Surya Maulana Putra, 15 tahun. Tiga bulan itu keluarga mencarinya. Antariksa, 48 tahun, ayah dari Surya sempat merasa bahwa mayat ditemukan ketika itu adalah putranya.

Bekerja sebagai pegawai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan di Dinas Sosial Pekalongan, dia ikut memakamkan mayat korban pembunuhan. Dimandikan sampai disalatkan. Semua prosesi itu dilakukan ketika belum mengetahui identitas mayat di hadapannya merupakan anaknya.

Antariksa mengetahui bahwa Surya memang berkawan dengan NK. Ketika hari pertama hilang, NK sempat ditanya tentang keberadaan Surya. Ketika itu pelaku ngeles. Mengaku bahwa mereka terpisah ketika sedang jalan bersama.

Kejadian pembunuhan terhadap Arya membuat Antariksa yakin bahwa NK merupakan pembunuh anaknya. Kejadian itu kemudian dilaporkan. Kepolisian langsung memprosesnya.

Atas kejadian itu, NK terancam mendapat hukuman mati. Dia telah menghabisi dua nyawa temannya. Pelaku dijerat pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Sedangkan S, dijerat dengan Pasal 56 karena dianggap turut serta dalam pembunuhan dilakukan kekasihnya. Kedua pelaku dalam kasus ini bakal diberlakukan sistem peradilan anak. [ang]

Baca juga:
Ruslan Ditemukan Tewas di Pinggir Sawah Usai Dihantam Balok Anak Kandung
Mengulas Lebih Dalam Hubungan Wanita Bernama Lusi dengan Editor Metro TV Yodi
Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Buka Peluang Periksa Bukti Baru
Lusi, Teman Dekat Yodi Prabowo di Kantor Metro TV Akhirnya Muncul
Tak Terima Pohon Ditebang & Dijual, Harmoko Tusuk Frengky Hingga Tewas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini