Tuntutan tampil seksi di hadapan para pria menjadi cara para disc jockey (DJ) wanita menarik perhatian pengunjung kelab malam. Sayangnya, aksi mereka sering disalahartikan oleh para pria hidung belang. Tak jarang, ajakan kencan dengan iming-iming bayaran jutaan rupiah, membuat mereka merasa risih.Seperti dituturkan Taya Kimby Bunny. Pemilik nama panggung DJ Kimby Bunny itu mengaku pernah mendapatkan tawaran untuk kencan oleh seorang pengunjung. Namun dia menolaknya. "Jujur ada tawaran itu, cuma aku enggak terlalu nanggapin. Tergantung dari kita masing-masing, suka cuek-cuekin saja," kata DJ Kimby Bunny saat ditemui merdeka.com.Dengan bayaran sekali tampil Rp 5-10 juta selama 1,5 jam, Kimby mengaku penghasilannya sebagai DJ sudah cukup. Apalagi jika tampil di luar kota selain Jakarta, Kimby lebih senang karena bisa menikmati kota tujuannya setelah tampil di kelab malam yang mengundangnya.Tak cuma piawai memadukan berbagai musik, DJ Kimby yang juga berpenampilan seksi ini mengaku bisa bernyanyi atau menjadi host alias pembawa acara jika dibutuhkan. Dia tidak mau ambil pusing dengan pandangan miring orang lain dengan profesi dan penampilannya. "Tergantung orang berpendapat seperti apa dan orang melihat dari sisi mana dulu, kalau orang sudah negatif pasti berpandangan negatif," cetusnya.Sementara itu, Devina Rachelle alias DJ Dev Rachelle mengakui pernah mendapatkan tawaran berhubungan intim dengan tawaran Rp 10 juta dari pria hidung belang. Tawaran itu ditolaknya, namun sang pria terus berusaha dengan menaikkan tawaran."Lumayan gede kok, bisa di atas Rp 10 juta. Mungkin karena aku nolak mereka penasaran kan," kata Dev.
DJ Devina Rachelle ©2016 Merdeka.com/Atsari
Dev memasang tarif di atas Rp 4 juta untuk undangan di luar kota. Sedangkan di Jakarta, di tengah persaingan yang ketat dengan DJ wanita lain, dia meminta bayaran di kisaran Rp 3 juta. "Aku lebih milih luar kota sih karena memang salary dan ada jalan-jalan. Kalau di Jakarta, dari venue setelah tampil terus pulang ke rumah, sudah selesai," kata dia.Cerita senada diungkapkan May Debbyta atau DJ Gebby Vesta. Jika ada ajakan untuk menemani sekadar duduk dan mengobrol usai tampil, dia tak menolaknya. "Jadi cuma duduk enggak apa-apa, tapi kalau lanjut (ke kamar) enggak pernah aku tanggapin karena tergantung pribadi kalau kita sopan mereka juga sopan kok," kata Gebby.
DJ Gebby Vesta ©2016 Merdeka.com/Nuryandi
Pengamat musik DJ, Indra Asikin Isa mengatakan, sudah menjadi risiko bagi DJ perempuan yang berpenampilan seksi selalu dinilai buruk. Padahal mereka berpakaian seksi karena tuntutan pekerjaan.Malah, lanjut dia, justru, DJ pria juga ada yang mendapatkan tawaran kencandengan tante girang. "Saya pikir DJ cowok juga ada sih. DJ cewek penampilannya seksi wah stigmanya sudah begitu, tapi belum tentu juga (bisa diajak kencan). Memang mereka biasa berdandan seperti itu saja," kata Indra.
Advertisement