Geger Pecinan, Saat Laskar Tionghoa-Jawa Bersatu Melawan VOC

Jumat, 24 Januari 2020 07:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama , Ramadhian Fadillah, Arie Sunaryo
Geger Pecinan, Saat Laskar Tionghoa-Jawa Bersatu Melawan VOC Geger Pecinan. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Meriam Kumbarawa dan Kumbarawi yang dioperasikan pasukan Tionghoa terus menyalak membombardir benteng Kompeni di Kartasura. Di sisi lain, tampak pasukan artileri Mataram yang mengawaki meriam Subhrasta dan Segarawana bahu membahu menembaki benteng pasukan VOC tersebut.

Garnisun Belanda di Kartasura cukup kuat. Dipimpin Perwira bernama Van Velsen yang membawahi 200 serdadu Eropa bersenjata lengkap dan meriam di beberapa kubu.

Serangan pada benteng VOC terjadi 5 Agustus 1741. Awal perang terbuka pasukan gabungan Tionghoa-Mataram melawan VOC.

geger pecinan

Infografik Geger Pecinan ©2020 merdeka.com

Pimpinan Laskar Tionghoa, Kapiten Sepanjang kemudian memerintahkan membuat tangga beroda dan didorong ke arah benteng. Pasukan Jawa-Tionghoa berhasil memanjat benteng.

"Pertempuran satu lawan satu pun tak dapat dihindari," tulis Daradjadi dalam Buku Geger Pacinan, Persekutuan Jawa-Tionghoa melawan VOC. Buku ini diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2013.

Benteng Kompeni di Surakarta jatuh tanggal 10 Agustus 1740. Peristiwa ini segera disusul perang besar di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pasukan gabungan Jawa dan Tionghoa berhasil merebut sejumlah kota. Di antaranya Jepara, Rembang, Demak, bahkan Keraton Kartasura akhirnya jatuh. Kota Semarang juga sempat dikepung berbulan-bulan oleh pasukan gabungan.

Baca Selanjutnya: VOC kewalahan hingga terpaksa meminta...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini