Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) terbaru, Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat keamanan paling tinggi di Pulau Jawa. Sementara di tingkat nasional, Jawa Timur jadi urutan kelima sebagai daerah paling aman.
(Foto: Google Maps)
Advertisement
Tingkat Kejahatan Rendah
Indikator utama keamanan daerah menurut survei BPS didasarkan pada angka kejahatan yang terjadi di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS, warga Jawa Timur yang menjadi korban kejahatan yakni sebesar 0,38%.
“Jawa Timur peringkat pertama teraman se-Pulau Jawa berdasarkan persentase penduduk yang menjadi korban kejahatan," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (27/12/2023).
Sementara itu, Bali menempati posisi pertama daerah paling aman di Indonesia dengan persentase korban kejahatan 0,20%.
(Foto: Wira Water Sport Bali)
Setelah Bali, provinsi dengan tingkat keamanan paling tinggi secara berturut-turut adalah Sulawesi Barat 0,30%, Aceh 0,34%, dan Kalimantan Selatan yang setingkat di atas Jatim dengan persentase 0,36%.
(Foto: Kementerian PUPR)
Advertisement
Advertisement
Ajak Warga Jaga Keamanan
Gubernur Khofifah mengajak masyarakat Jatim menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Mari kita jaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing, agar semua tetap merasa aman, nyaman berada di Jawa Timur. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Kominfo Jatim.
Advertisement
Kebutuhan
Rasa aman adalah kebutuhan semua orang. Daerah yang aman berdampak baik pada kualitas pendidikan, investasi, serta kesejahteraan masyarakat.
(Foto: freepik benzoix)
“Kalau daerahnya kondusif, anak-anak belajar dengan nyaman, para pekerja terlindungi, petani bisa bercocok tanam, nelayan mencari ikan dengan tenang. bagi investor, daerah yang kondusif menjadi prasyarat utama berinvestasi,” ungkap Mantan Mensos RI itu.
Advertisement
Tantangan
Potensi yang dapat menimbulkan tindak kejahatan harus diminimalisir. Misalnya lebih waspada dengan diri sendiri dan keluarga, menjaga bend yang kita miliki agar tetap aman.
“Harus lebih peduli dengan sekitar, menjaga tutur kata juga penting karena saat ini orang mudah tersulut emosi karena perkataan, mari bersama saling menjaga,” pinta Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mengimbau warga Jatim tidak mudah terpancing pada isu-isu tidak benar atau berita hoaks pada tahun politik.
“Gangguan keamanan bisa datang dari berbagai sumber. Politik juga bisa menjadi salah satu pemicu, mari kita jaga semua tetap tertib, yang terpenting jaga persatuan dan kesatuan. Sehingga semua merasa nyaman berada di Jawa Timur,” pungkas gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu.