Mengunjungi Desa Wisata Pandean Trenggalek, Dulu Kumuh Kini Hasilkan Cuan Melimpah

Desa Wisata Pandean jadi salah satu objek wisata andalan Trenggalek saat ini

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mengunjungi Desa Wisata Pandean Trenggalek, Dulu Kumuh Kini Hasilkan Cuan Melimpah
Mengunjungi Desa Wisata Pandean Trenggalek, Dulu Kumuh Kini Hasilkan Cuan Melimpah (Merdeka.com)

Lain Dulu, Lain Sekarang

Dulu, Desa Pandean khususnya kawasan sungainya penuh sampah. Kawasan ini bahkan terkenal sebagai salah satu kawasan kumuh di Kabupaten Trenggalek. Seiring waktu, warga melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) Dewi Arum Pulosari sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Masyarakat bekerja sama membersihkan sungai dan lingkungan sekitar dari sampah. Melihat potensi sungai Konang, warga kemudian mulai melakukan konservasi pada sungai ini.

(Foto: Instagram @desawisatapandean)

Penghargaan

Penghargaan
Dok. Istimewa

Geliat Desa Wisata Pandean, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dimulai saat pandemi Covid-19 pada 2021 silam. Kekompakan warga menjaga kelestarian alam menjadikan desa ini punya daya tarik wisata tinggi. 

(Foto: Instagram @desawisatapandean)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Desa Wisata Pandean, Kabupaten Trenggalek menjadi juara harapan I kategori Desa Wisata Berkembang pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Prestasi ini didapat saat Desa Wisata Pandean baru berjalan sekitar satu tahun. 

(Foto: Instagram @desawisatapandean)

Daya Tarik

Daya Tarik
Dok. Istimewa

Desa Wisata Pandean memiliki Sungai Kanang yang dijadikan jalur wisata river tubing. Tak jauh dari tempat akhir river tubing, ada air terjun tiga tingkat untuk kegiatan canyoning.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perpaduan gemericik air dari lereng pegunungan, panorama bentangan sawah, gemericik aliran sungai dengan batu-batu di tengahnya membuat destinasi river tubing ini jadi pilihan wisata menarik. 

(Foto: Pemkab Trenggalek)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Wisata river tubing ini memiliki luas lahan 80 meter persegi dengan lintasan sepanjang 600 meter. Wisatawan bisa merasakan sensasi menyusuri sungai dengan ban karet. Sesekali ban yang ditumpangi menabrak bebatuan, membuat wisatawan terkena percikan air sungai.

Jamuan Tradisional

Jamuan Tradisional
Dok. Istimewa

Mengutip jadesta.kemenparekraf.go.id, wisatawan diajak melintasi sungai jernih dengan bebatuan eksotik. Lelah bermain air, wisatawan dijamu dengan makanan dan minuman tradisional khas perdesaan yang menjadi bagian dari fasilitas paket wisata Taman Watu Kandang. 

(Foto: Kemenparekraf RI)

Wisata Budaya

Selain wisata alam, Desa Wisata Pandean juga memiliki kesenian alat musik unggulan bernama Kothekan Lesung. Mengutip ANTARA, alat musik lokal ini sudah ada sejak zaman penjajahan. Selain Kothekan Lesung, ada juga kesenian musik langka bernama Terbangan Ello yang memakai alat semacam rebana. Di sino juga ada tradisi tabuh lesung dan karawitan. Menparekraf RI Sandiaga Uno memberi kesaksian keindahan alam Desa Wisata Pandean. Ia berharap warga setempat bisa terus mengembangkan potensi desanya agar semakin menarik wisatawan untuk berwisata. Selain menjaga kelestarian alam, Sandiaga juga berpesan agar warga terus melestarikan kesenian lokal yang ada di sana. 

Harga Tiket Masuk

Berikut harga tiket masuk di Desa Wisata Pandean.

River Tubing: Rp. 35.000
Tabuh Lesung: Rp. Rp. 25.000
Karawitan Rp. 50.000
Terbang Elo Rp. 25.000
Ngundat Bengkeng Rp. 15.000
River Camp Rp. 125.000
Jelajah Desa Rp. 75.000
Pembibitan Bunga Rp. 20.000
Watu Lumpang Rp. 15.000
Angon Wedus Rp. 25.000
Mitoni Rp. 150.000
Umbah-Umbah Kali Rp. 25.000
Unduh Ceplukan dan Sayur Rp. 20.000
Watu Bangkong Rp. 20.000
Outbound Training Rp. 5.000

Desa Wisata Pandean membuktikan ekonomi masyarakat naik derajat berkat konsisten menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

Rekomendasi