Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menanggapi adanya alokasi anggaran Rp34 Miliar untuk vaksinasi mandiri warga miskin di kabupaten setempat. Menurutnya, anggaran tersebut harusnya tidak ada. Ia juga menyebut terjadi kesalahan komunikasi dan anggaran tersebut akan ditinjau ulang karena tidak sesuai.
“Kita coret saja itu pak Sek (Sekda Sidoarjo, Achmad Zaini). Kita alihkan ke nakes saja,” ungkap Gus Muhdlorm panggilan akrabnya saat ditemui diproses vaksinasi pengusaha di Hotel Luminor, Senin (29/3/2021).
Advertisement
Dialihkan untuk Nakes
Gus Muhdlor menegaskan, anggaran Rp34 Miliar itu akan dialihkan untuk tenaga kesehatan dan bantuan sosial (bansos).
Ditanya mengenai bentuk bansos yang akan disalurkan, apakah berupa sembako atau bantuan langsung tunai, Gus Muhdlor enggan memberi penjelasan.
“Nah ini yang harus ditunggu, kalau bupatinya kreatif dan inovatif, sampean tunggu. Bansosnya untuk jaring pengaman sosial dan ekonomi,” imbuhnya, dikutip dari Instagram @beritaseputarsidoarjo, Selasa (30/3).
Advertisement
Bahas Anggaran
Sebelumnya, pada Jumat (26/3/2021), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat.
Dalam rapat itu, salah satu yang menyita perhatian ialah Belanja Bantuan Sosial (Bansos) dalam refocusing di APBD 2021 yakni senilai Rp34 Miliar.
Sekda Sidoarjo, Achmad Zaini menyatakan munculnya anggaran bansos yang cukup besar itu akan digunakan untuk membiayai vaksinasi mandiri kepada masyarakat.
“Kebutuhan bansos memang segitu, bantuan sosial itu bisa berbentuk sembako dan juga bisa vaksinasi mandiri. Sasarannya ya pasti di keluarga miskin warga Sidoarjo,” ujar Zaini.