Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mitos Alis Rontok yang Umum Dipercaya, Ini Artinya

<b>Mitos Alis Rontok yang Umum Dipercaya, Ini Artinya</b>

Mitos Alis Rontok yang Umum Dipercaya, Ini Artinya

Rontoknya alis ternyata memiliki arti tersendiri menurut mitos yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

Mitos seputar alis rontok telah menjadi topik menarik dan seringkali dipenuhi dengan berbagai kepercayaan turun temurun. Alis, yang dianggap sebagai salah satu fitur wajah yang paling mencolok, kerap menjadi sorotan dalam konteks kecantikan dan penampilan.

Mitos seputar alis rontok telah menjadi topik menarik dan seringkali dipenuhi dengan berbagai kepercayaan turun temurun. Alis, yang dianggap sebagai salah satu fitur wajah yang paling mencolok, kerap menjadi sorotan dalam konteks kecantikan dan penampilan.

Meskipun banyak faktor medis dan genetik yang dapat memengaruhi kesehatan alis, mitos-mitos tentang alis rontok tetap menjadi bagian dari warisan budaya dan tradisi. Salah satu mitos yang umumnya tersebar adalah bahwa mencukur alis secara teratur dapat menyebabkan alis rontok dan tumbuh lebih tebal. Namun, benarkah demikian?

Dalam artikel ini, merdeka.com akan membahas beberapa mitos alis rontok dan penjelasan medisnya yang menarik untuk Anda ketahui. Dilansir dari berbagai sumber, ini dia selengkapnya.

<b>Penyebab Alis Rontok Menurut Ilmu Medis</b>

Penyebab Alis Rontok Menurut Ilmu Medis

Banyak perempuan menginginkan bentuk alis yang indah dan bulu alisnya juga lebat sehingga terlihat membingkai wajah dengan sempurna.

Berbagai cara pun dilakukan untuk menumbuhkan bulu alis, mulai dari menggunakan serum dan beberapa bahan alami sampai menyulam alis. Semua itu dilakukan demi mendapatkan bentuk alis impian. Sebab, alis yang tebal secara alami dinilai sebagai salah satu tren atau ukuran kecantikan. 

Sayangnya, tanpa kita sadari, bulu alis mata bisa rontok. Apa saja penyebab alis rontok tersebut?

1. Faktor Penuaan Alami

Penyebab pertama bulu alis mata rontok adalah karena faktor usia. Semakin tua seseorang, perubahan pada kondisi tubuh semakin jelas terasa.

Salah satu bentuk perubahannya adalah alis mata yang semakin menipis akibat rontok disertai berhentinya hormon memproduksi rambut. Jika penyebabnya adalah karena usia, maka ini merupakan proses alami tubuh seseorang.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon pada tubuh yang tidak seimbang juga dapat membuat bulu alis rontok. Hormon tiroid yang tidak seimbang karena terlalu banyak atau sedikit di dalam tubuh dapat memicu kerontokan alis. Namun, kerontokan disebabkan masalah hormon ini biasanya terjadi sementara serta bisa kembali tumbuh dan tampil menjadi seperti biasa.

Untuk mengatasinya, kamu bisa berkonsultasi bersama dokter agar diberi resep pengobatan untuk menyeimbangkan jumlah tiroid.

3. Faktor Imun Tubuh

Selanjutnya, penyebab bulu alis mata rontok yang ketiga adalah karena faktr kerja imun. Sistem imun dapat melakukan kesalahan dengan menyerang sel tubuh kita sendiri.

Akibatnya, sel tubuh yang terhantam justru sel yang sehat, dan akhirnya memengaruhi pertumbuhan rambut sehingga terjadi kerontokan. Tak terkecuali alis mata yang justru lebih tipis dari pada rambut kepala.

4. Efek Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan kerontokan pada bulu alis mata. Hal ini dapat terjadi karena beberapa obat memiliki efek samping pada tubuh. Salah satu dampak yang bisa terjadi adalah rontoknya alis mata.

Beberapa pengobatan yang menyebabkan kerontokan adalah obat acitretin yaitu obat untuk merawat kulit, chemotherapy sebagai tindakan untuk penyakit kanker, dan obat yang dikonsumsi oleh pengidap bipolar.

5. Penurunan Kadar Nutrisi Tubuh

Terakhir, bulu alis mata yang rontok juga sebenarnya menandakan kadar nutrisi yang rendah pada tubuh. Perlu diingat, segala hal yang kita makan akan memengaruhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh, termasuk untuk kulit dan rambut serta alis mata.

Untuk itu, sebaiknya kamu mengonsumsi makanan sehat agar kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi. Kamu bisa mendapatkan gizi dan nutrisi dari ikan dan kacang-kacangan.

Dengan mengonsumsi makanan sehat, kamu bisa memenuhi zat biotin yang cukup dikenal sebagai suplemen penumbuh rambut dan zat zinc sebagai zat yang membantu pertumbuhan kembali rambut setelah mengalami kerontokan.

<b>Mitos Alis Rontok</b>

Mitos Alis Rontok

Adapun mitos alis rontok yang umum beredar di tengah masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Alis Bagian Atas Tidak Boleh Dicabut

Menurut mitos, alis bagian atas tak boleh dicabut keberadaannya. Namun sebenarnya, alis bagian atas boleh saja dicabut dan tidak akan membuat bentuknya jadi aneh. Alis bagian atas tersebut bisa disesuaikan bentuknya agar cocok juga dengan bentuk wajah. Terlebih, tidak akan ada efek samping yang membahayakan jika mencabutnya. Secara estetika, pencabutan alis ini justru bisa membuat tampilan alis jadi lebih rapi asal dilakukan dengan benar.

2. Alis Lebih Cepat Tumbuh Jika Waxing

Tumbuhnya alis yang rontok tidak bergantung pada teknik cukur yang dilakukan. Apapun metodenya, mulai dari waxing, threading, maupun pencabutan dengan tweezer, rambut alis tetap akan tumbuh seperti bentuk semula. Jadi, tak ada metode merapikan alis yang bisa membuat tampilannya semakin lebat.

3. Mencabut Alis Membuatnya Mudah Rontok

Mitos alis rontok yang satu ini juga banyak beredar. Padahal, jumlah banyaknya alis yang dicabut tidak ada hubungannya dengan kebotakan. Sebab pada rentang usia produktif, alis bisa tumbuh lagi dalam 56 hari. Untuk membantu proses pertumbuhannya, Anda bisa menggunakan serum alis.

4. Alis Harus Terlihat Sama

Alis yang rontok akan membuat tampilannya berbeda antara kiri dan kanan. Dan, tampilan alis yang tidak sama ini umumnya membuat banyak orang gelisah dan tidak percaya diri.

Faktanya, jika tidak ditata, bentuk alis wanita kanan dan kiri memang memiliki bentuk yang berbeda alias tidak simetris. Jadi Anda tidak perlu merasa terganggu, sebab kini sudah banyak cara untuk membuat alis terlihat simetris, yakni dengan membentuknya atau melakukan threading.

Mitos Tokek yang Umum Dipercaya, Simak Ulasannya
Mitos Tokek yang Umum Dipercaya, Simak Ulasannya

Tokek adalah hewan dengan suara khas yang keberadaannya mengandung mitos tersendiri di tengah masyarakat.

Baca Selengkapnya
Mitos Tahi Lalat Merah yang Umum Dipercaya, Ini Kisahnya
Mitos Tahi Lalat Merah yang Umum Dipercaya, Ini Kisahnya

Apakah benar ada mitos tahi lalat merah yang berkembang di masyarakat?

Baca Selengkapnya
7 Contoh Cerita Rakyat Mitos di Indonesia, Menarik Dibaca
7 Contoh Cerita Rakyat Mitos di Indonesia, Menarik Dibaca

Indonesia menyimpan beragam mitos-mitos yang menarik dan bikin penasaran. Mulai dari mitos tentang asal usul hingga hal yang mistis.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita Mitos adalah Cerita Fiktif, Ketahui Ciri-Cirinya
Cerita Mitos adalah Cerita Fiktif, Ketahui Ciri-Cirinya

Banyak cerita mitos yang berkembang dan masih dipercaya di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Mitos Perkutut Putih Mata Merah, Ini Kisah yang Beredar Tentangnya
Mitos Perkutut Putih Mata Merah, Ini Kisah yang Beredar Tentangnya

Burung perkutut putih mata merah telah lama menjadi objek mitos dan kepercayaan masyarakat Indonesia.

Baca Selengkapnya
Mitos di Balik Indahnya Curug Orok di Garut, Ternyata Hanya Rekayasa Belanda
Mitos di Balik Indahnya Curug Orok di Garut, Ternyata Hanya Rekayasa Belanda

Curug ini punya nama yang unik dan lekat dengan mitosnya.

Baca Selengkapnya
Mitos adalah dan Contohnya, Ketahui Ciri-Ciri dan Fungsinya
Mitos adalah dan Contohnya, Ketahui Ciri-Ciri dan Fungsinya

Mitos adalah cerita rakyat yang populer dipercaya masyarakat.

Baca Selengkapnya
Mitos Rebo Wekasan di Kalangan Masyarakat, Banyak Dipercaya
Mitos Rebo Wekasan di Kalangan Masyarakat, Banyak Dipercaya

Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar, di mana banyak mitos yang berkembang tentangnya.

Baca Selengkapnya
Mitos Membatin Orang saat Hamil, Dipercaya Berdampak bagi Janin
Mitos Membatin Orang saat Hamil, Dipercaya Berdampak bagi Janin

Mitos tentang “membatin” atau memikirkan orang lain saat hamil adalah bagian dari kepercayaan dan tradisi yang beragam di Indonesia.

Baca Selengkapnya