Hasil Autopsi Jenazah Kakak Adik Korban Tragedi Kanjuruhan Mencuat, Ada Bekas Pukulan

Jumat, 2 Desember 2022 10:13 Reporter : Rizka Nur Laily M
Hasil Autopsi Jenazah Kakak Adik Korban Tragedi Kanjuruhan Mencuat, Ada Bekas Pukulan Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan SpFM mengungkap hasil autopsi terhadap dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan, Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13).

Nabil menjelaskan, ada temuan bekas kekerasan benda tumpul di tubuh jenazah kakak beradik itu. Sementara itu, tidak ditemukan kandungan gas air mata pada kedua tubuh jenazah.

Kesimpulan tersebut diketahui setelah dilakukan uji laborat oleh Badan Riset dan Informasi Nasional (BRIN) untuk mengidentifikasi dan menghitung cairan atau racun di dalam tubuh dua Aremanita tersebut.

“Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban, kami sudah mengumpulkan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional,” jelas Ketua PDFI Jatim, dr Nabil Bahasuan SpFM di Surabaya, Rabu (30/11).

2 dari 3 halaman

Penyebab Kematian

suasana kericuhan di laga arema fc vs persebaya di stadion kanjuruhan
©2022 AFP

Nabil menolak memberi penjelasan lanjutan karena penyidik hanya memberikan izin kepadanya untuk mengungkap kesimpulan. Sebelum akhirnya nanti ia diminta memberikan informasi lengkap pada proses hukum di pengadilan.

“Hasil dari NDR (16) didapatkan kekerasan benda tumpul. Adanya patah tulang iga, 2, 3, 4, 5. Di sana ditemukan perdarahan yang cukup banyak, itu sebab kematiannya,” ungkapnya, dikutip dari akun Instagram @malangraya_info.

Sementara pada tubuh sang adik, NDB (13), ditemukan hal serupa. Tulang iga sebelah kanan korban patah.

Nabil mengaku belum bisa menyebutkan detail penyebab tulang-tulang korban patah. Namun, ia memastikan penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul.

3 dari 3 halaman

Komentar Warganet

tragedi kanjuruhan
©Instagram/@asean.football

Informasi mengenai hasil autopsi jenazah kakak beradik korban tragedi Kanjuruhan itu sontak ramai dikomentari warganet.

Itu patahnya tulang iga karena terinjak-injak dan yang menyebabkan terjadi injak-injakan karena panik yang disebabkan oleh gas air mata,” tulis salah seorang warganet.

“Yang masuk logika ya, emang pertama gas air mata. Enggak kena gas air mata ya keinjek-injek karena berdesak-desakan di tribun,” komentar warganet lain

Urusan selangkangan cepat. Giliran mengusut Kanjuruhan bertele-tele,” timpal warganet lain.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini