BPJS Mandiri adalah Jaminan Kesehatan yang Dibayar Sendiri, Ini Penjelasannya

Selasa, 9 Agustus 2022 13:31 Reporter : Edelweis Lararenjana
BPJS Mandiri adalah Jaminan Kesehatan yang Dibayar Sendiri, Ini Penjelasannya BPJS Kesehatan. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - BPJS Mandiri adalah salah satu program jaminan kesehatan masyarakat milik pemerintah yang iuran per bulannya dibayarkan oleh nasabah secara mandiri. Ya, iuran BPJS Mandiri tidak ditanggung oleh pemerintah. Sebagai anggota BPJS Mandiri, Anda harus membayarkan sejumlah nominal setiap bulannya sendiri.

Secara umum, peserta BPJS dibagi menjadi dua kategori, yakni BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan non-PBI. Peserta non-PBI, yang disebut sebagai peserta BPJS Mandiri, harus membayar sendiri iurannya. Sedangkan peserta PBI ditujukan untuk masyarakat miskin yang iuran per bulannya ditanggung pemerintah.

Mengutip laman BPJS Kesehatan, melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakannya, negara berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata.

Berikut beberapa informasi yang perlu Anda ketahui mengenai BPJS Mandiri seperti syarat dan tata cara pendaftaran, serta ragam manfaat yang disediakan oleh BPJS Kesehatan Mandiri.

2 dari 4 halaman

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Mandiri

Mendaftarkan diri ke BPJS Mandiri dapat Anda lakukan dengan dua cara, yakni online dan langsung. Untuk cara online, Anda bisa melakukannya lewat dua portal yakni laman website resmi atau aplikasi. Berikut tata cara pendaftarannya secara terperinci:

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Mandiri Online Melalui Website Resmi

  • Siapkan Kartu Keluarga, KTP, alamat email, dan nomor handphone yang aktif.
  • Buka halaman BPJS Kesehatan atau daftar.bpjs-kesehatan.go.id untuk mendapatkan Formulir Isian Peserta (FIP).
  • Pilih formulir yang sesuai dengan profilmu dan isi data dengan benar.
  • Simpan dan silakan tunggu email notifikasi. Jika sudah dapat, Anda akan menerima nomor Virtual Account.
  • Lakukan pembayaran BPJS sesuai petunjuk.
  • Begitu selesai bayar, BPJS kamu sudah aktif dan Anda bisa mencetak E-ID Card BPJS sendiri atau di kantor BPJS.

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Mandiri Online Melalui Aplikasi Smartphone

  • Unduh aplikasi Mobile JKN BPJS di Play Store.
  • Buka aplikasi tersebut dan pilih menu Pendaftaran Peserta Baru.
  • Masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP dan nama anggota keluarga otomatis akan muncul.
  • Isi data-data yang diminta.
  • Isi kolom alamat email, nomor hp, lalu Anda akan mendapatkan nomor Virtual Account untuk melakukan pembayaran.
  • Nomor peserta akan Anda terima. Jika terjadi kendala, silakan hubungi 1500 400.
  • Masuk lagi ke aplikasi Mobile JKN BPJS, lalu melakukan pendaftaran pengguna.
  • Anda akan mendapatkan e-ID dan bisa mencetaknya.
3 dari 4 halaman

Pengambilan Kartu JKN

Jika Anda telah selesai mendaftarkan diri secara online melalui website resmi maupun aplikasi Mobile JKN, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengambil kartu BPJS Kesehatan.

Saat Anda telah melakukan pembayaran, artinya Anda juga telah terdaftar di BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan akan tersedia secara virtual di aplikasi Mobile JKN dan bisa Anda cetak sendiri jika berkenan.

Namun, kartu BPJS Kesehatan tetap bisa diambil di kantor BPJS setempat. Pengambilan kartu BPJS biasanya dilakukan dengan melengkapi formulir pendaftaran di kantor cabang dengan membawa:

  • Fotokopi KTP dan KK (atau akta kelahiran) masing-masing 1 lembar.
  • Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar.
  • E-ID yang telah dicetak.
  • Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
4 dari 4 halaman

Manfaat BPJS Kesehatan Mandiri

Mengutip laman bpjs-kesehatan.go.id, manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi:

1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama

Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik (primer) meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang diberikan oleh:

  • Puskesmas atau yang setara
  • Praktik Mandiri Dokter
  • Praktik Mandiri Dokter Gigi
  • Klinik pertama atau yang setara termasuk fasilitas kesehatan tingkat pertama milik TNI/Polri
  • Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara
  • Faskes Penunjang: Apotik dan Laboratorium

2. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)

Manfaat yang ditanggung dari poin ini bersifat pencegahan dan pengobatan. Pada layanan promosi kesehatan dan pencegahan (promotif preventif), peserta bisa mendapatkan penyuluhan kesehatan perorangan dan imunisasi rutin. Ada juga layanan keluarga berencana yang meliputi konseling dan pelayanan kontrasepsi termasuk vasektomi dan tubektomi bekerja sama dengan BKKBN.

Selain itu, manfaat lainnya adalah skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu. Layanan ini diberikan untuk mendeteksi risiko penyakit dengan metode tertentu atau untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan risiko penyakit tertentu. Peserta juga bisa mendapatkan layanan peningkatan kesehatan bagi yang penderita penyakit kronis.

Untuk pelayanan kuratif dan rehabilitatif (pengobatan) mencakup adminitrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis, tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif, pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama, dan pemeriksaan, pengobatan dan tindakan pelayanan kesehatan gigi tingkat pertama.

Prosedur pelayanan RJTP:

1)  Peserta datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar dan mengikuti prosedur  pelayanan kesehatan, menunjukkan kartu identitas peserta JKN-KIS/KIS Digital dengan status aktif dan/atau identitas lain yang diperlukan (KTP, SIM, KK).

2)  Peserta memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP tempat peserta terdaftar. 

3)  Apabila peserta melakukan kunjungan ke luar domisili karena tujuan tertentu yang bukan merupakan kegiatan yang rutin, atau dalam keadaan kedaruratan medis, peserta dapat mengakses pelayanan RJTP pada FKTP lain yang di luar wilayah FKTP terdaftar, paling banyak 3 (tiga) kali kunjungan dalam  waktu maksimal 1 (satu) bulan di FKTP yang sama.

4)  Setelah mendapatkan pelayanan, peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar bukti pelayanan yang disediakan oleh masing-masing FKTP.

5)  Atas indikasi medis apabila peserta memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, peserta akan dirujuk Ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sesuai dengan sistem rujukan berjenjang secara online.

3. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)

Manfaat yang ditanggung dalam RITP antara lain pendaftaran dan administrasi, akomodasi rawat inap, pemeriksaan, pengobatan dan  konsultasi medis, tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif, dan pelayanan kebidanan, ibu, bayi dan balita meliputi:

  • persalinan pervaginam bukan risiko tinggi;
  • persalinan dengan komplikasi dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esssensial Dasar);
  • pertolongan neonatal dengan komplikasi;

Selain itu, ada juga pelayanan obat dan bahan medis habis pakai; dan pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama.

4. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan

Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan adalah upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik yang meliputi rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus, yang diberikan oleh:

  • Klinik utama atau yang setara.
  • Rumah Sakit Umum baik milik Pemerintah maupun Swasta
  • Rumah Sakit Khusus
  • Faskes Penunjang: Apotik, Optik dan Laboratorium.

5. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)

Manfaat yang ditanggung adalah administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar yang dilakukan di unit gawat darurat, pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik, tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai dengan indikasi medis, pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, pelayanan penunjang diagnostik lanjutan (laboratorium, radiologi dan penunjang diagnostik lainnya) sesuai dengan indikasi medis, rehabilitasi medis; dan pelayanan darah.

6. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)

Manfaat yang ditanggung adalah perawatan inap non intensif; dan perawatan inap intensif (ICU, ICCU, NICU, PICU).

[edl]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ragam
  3. Jatim
  4. BPJS
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini