Bahaya Paraben dalam Produk Perawatan Kulit, Penting Diketahui
Merdeka.com - Belakangan ini, bahaya paraben sedang marak diperbincangkan di kalangan para penggemar produk perawatan kulit. Menurut penelitian, paraben ditengarai berbahaya karena dapat mengganggu hormon dalam tubuh, membahayakan kesuburan dan organ reproduksi, memengaruhi hasil kelahiran, dan meningkatkan risiko kanker.
Paraben sendiri adalah kelompok bahan kimia yang banyak digunakan sebagai pengawet buatan dalam produk kosmetik dan perawatan tubuh sejak tahun 1920-an. Karena kosmetik mengandung bahan yang dapat terurai, bahan kimia ini ditambahkan untuk mencegah dan mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya, sehingga meningkatkan masa simpan produk.
Paraben digunakan dalam berbagai macam produk perawatan tubuh, terutama yang memiliki kandungan air tinggi seperti sampo dan kondisioner, yang oleh sebagian orang digunakan hampir setiap hari. Pelembap, pembersih wajah dan kulit, tabir surya, deodoran, gel cukur, pasta gigi, riasan, dan banyak produk lainnya mengandung paraben.
Bahan ini diserap ke dalam tubuh melalui kulit, dimetabolisme, dan diekskresikan dalam urine dan empedu. Namun, penggunaan sehari-hari suatu produk atau beberapa produk yang mengandung paraben bisa menghasilkan paparan langsung dan terus menerus yang membahayakan tubuh.
Berikut ulasan selengkapnya mengenai bahaya paraben dalam produk perawatan tubuh yang penting untuk diketahui.
Mengenal Apa Itu Paraben
Parahidroksibenzoat atau paraben adalah bahan kimia buatan manusia yang berguna untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Bahan ini biasa digunakan untuk mengawetkan kosmetik, obat-obatan, makanan, minuman, dan barang-barang perawatan pribadi agar dapat bertahan lebih lama.
Paraben bukanlah bahan yang asing dalam industri kosmetik dan perawatan kulit. Menurut American Chemical Society, sebagian besar paraben terdapat dalam 85% produk kesehatan, kecantikan, dan perawatan pribadi. Mereka umumnya terdaftar di bawah metil-, etil-, propil-, isopropil-, butil-, atau isobutil paraben.
Penggunaan paraben belakangan menjadi cukup kontroversial setelah ditemukannya bahan kimia ini pada sel-sel pasien kanker payudara. Penelitian awal menunjukkan bahwa paraben memengaruhi fungsi hormon. Paraben juga dapat menyebabkan perubahan kolesterol, gula darah, tiroid, dan fungsi kekebalan tubuh. Risiko alergi, obesitas, dan infertilitas juga dikaitkan dengan penggunaan paraben.
Bahaya Paraben dalam Produk Perawatan Tubuh
Food and Drug Administration (FDA) AS dan Cosmetic Ingredient Review (CIR) adalah lembaga yang menguji bahan dalam makanan dan kosmetik untuk memastikan keamanannya.
FDA menyatakan bahwa penggunaan metil dan propilparaben hingga 0,1% aman untuk makanan dan minuman dikutip dari Food and Chemical Toxicology Journal.
Sementara, kosmetik biasanya mengandung antara 0,01% dan 0,3% paraben. Menurut CIR, senyawa ini aman dalam dosis hingga 25%.
Meski demikian, ada juga penelitian lain dalam Journal of Cellular and Molecular Medicine yang menyatakan bahwa paraben adalah bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) yang menyebabkan masalah pada sistem endokrin.
EDC menempel pada sel-sel dalam tubuh, yang mengakibatkan pemblokiran atau pelemahan komunikasi sel hormon.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya