Bacaan Doa Ziarah Kubur Singkat dalam Islam, Ketahui Juga Dasar Hukumnya
Merdeka.com - Bacaan doa ziarah kubur singkat menurut Islam berikut ini wajib Anda hafalkan. Berziarah ke makam adalah salah satu kegiatan yang cukup banyak dilakukan oleh umat Islam. Kegiatan berziarah ini biasanya ramai dilakukan menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Tujuan dari dilakukannya ziarah adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal tersebut. Selain itu, dengan berziarah, diharapkan manusia yang masih hidup senantiasa selalu ingat dengan kematian yang pasti menjelang dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
BACA JUGA : Doa ziarah kubur arab dan artinya
Untuk itulah, sangat penting bagi Anda mengetahui apa saja bacaan doa ziarah kubur singkat yang bisa dipanjatkan. Amalan sunnah yang satu ini dianjurkan dalam Islam, dan ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, ziarah juga perlu dilakukan sesuai dengan tata cara yang disunnahkan.
Melansir dari liputan6.com, berikut ini adalah bacaan doa ziarah kubur singkat dalam Islam beserta tata cara atau adabnya yang benar.
Hukum Ziarah Kubur dalam Islam
Sebelum mempelajari bacaan doa ziarah kubur singkat dan tata caranya, ada baiknya Anda memahami dulu apa saja hukum ziarah dalam agama Islam. Rasulullah bersabda dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, yang artinya, "(Dulu) Aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat." (HR. Ibnu Majah).
Yang harus diperhatikan dalam hal berziarah kubur adalah, niat berziarah sejatinya untuk mengirimkan doa kepada orang-orang yang telah meninggal tersebut, dan bukannya untuk berdoa memohon serta meminta pertolongan kepada mereka.
Sebab, doa dan zikir yang dibacakan oleh peziarah dengan niat untuk dikirimkan pada orang yang telah meninggal, pahalanya pasti akan sampai kepada mereka, begitu menurut kesepakatan para ulama. Imam Nawawi berkata dalam kitabnya, Al-Adzkar, bahwa para ulama sepakat bahwa doa kepada orang yang meninggal, bermanfaat dan sampai pada mereka.
"Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa sesungguhnya beliau bersabda, 'Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong. Mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya'." (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nihayat al-Zain, hal. 281).
Bacaan Doa Ziarah Kubur Singkat
Dilansir dari buku Panduan Ziarah Kubur oleh Sutejo Ibnu Pakar, ketika memasuki area pekuburan, hal pertama yang harus diucapkan adalah salam. Salamnya berbunyi;
Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.
Artinya: "Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu."
Yang kedua, membaca surat-surat pendek seperti surat Al-Qadar (7 kali), surat Al-Fatihah (3 kali), surat Al-Falaq (3 kali), surat An-Nas (3 kali), surat Al-Ikhlash (3 kali), dan ayat Kursi (3 kali). Lalu, dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini sebanyak 3 kali:
Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may¬yit.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini."
Keempat, meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut;
Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu.
Artinya: "Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai."
Tujuan dan Hikmah Ziarah Kubur
Ziarah kubur pada dasarnya memiliki dua tujuan, yaitu:
- Penziarah mengambil manfaat dengan mengingat mati dan orang yang mati. Dan tempat mereka ke Surga atau ke neraka.
- Si mayit mendapat kebaikan dengan perbuatan baik dan salam untuknya serta mendapat doa permohonan ampunan. Dan ini khusus untuk mayat yang muslim (Ahkamul Janaiz hal. 239).
Al-‘Alamah Syaikh Muhammad Jamaludin bin Muhammad al-Qosimi dalam kitab Mau’idhoh al Mu’minin menyebutkan tiga hikmah di balik anjuran untuk melakukan ziarah kubur:
- Berdo’a untuk arwah orang yang diziarahi dan kaum muslimin agar mendapatkan ampunan dan selamat dari siksa kubur.
- Sebagai wahana introspeksi dan muhasabah.
- Hati menjadi lembut karena ziarah kubur dapat mengingatkan pada kematian dan kehidupan akhirat.
Adapun adab ziarah kubur yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut ini;
(mdk/edl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya